you will never be forgotten*


*for my baby girl in heaven

Nak,
Sepi adalah saat ibu mengingatmu penuh seluruh. Mengingat perasaan ibu saat pertama kali melihatmu. Mendekapmu dekat ke dada ibu. Membelai pipimu yang halus. Dan menciummu dengan hati remuk. Bertanya sia-sia dalam hati apakah kau bisa mendengar ibu memanggil namamu.

Nak,
Sepi adalah saat air mata itu selalu jatuh. Keheningan yang terlalu gemuruh. Pertanyaan mengenai kesedihan sudah Ibu tinggalkan jauh. Karena ibu justru menangis karena Ibu hampa. Ada kekosongan yang serta merta merenggut semua rasa yang ibu punya. Kekosongan yang menyesakkan.

Nak,
Sepi adalah sahabat ibu. Ibu berpegang erat padanya tiap kali ibu merindukanmu. Ibu bercerita padanya tentang masa lalu. Tentang harapan-harapan. Tentang andai-andai. Tentang mimpi-mimpi. Tentang tetapi-tetapi.

Nak,
Sepi adalah penghenti waktu. Karena ketakutan ibu adalah lupa. Ibu takut waktu membuat kenangan tentangmu tergerus pelan-pelan dan ibu melupakanmu atas nama masa depan. Ibu tau bahwa manusia yang hidup harus terus berjalan. Tapi nak, ibu telah membesarkan hati, agar semua kenangan tentangmu muat untuk ibu simpan didalamnya.

Nak,
Sepi adalah doa. Adalah Al-Fatihah yang selalu ibu lantunkan dengan penuh sungguh. Adalah puji-puji kepada Pemilik Semesta atas kehebatan-Nya menciptakan skenario yang Ibu yakin akan indah pada waktunya. Adalah saat ibu meminta pada-Nya agar kamu selalu berada ditempat yang terbaik, di taman bunga indah dengan kupu-kupu warna warni sebagai temanmu.

Nak,
Berbahagialah…

Jakarta, 28 Mei 2008.
40 days after

13 Responses

  1. Mbilung May 17th, 2010 at 1:09 am

    dan doa kami selalu menyertai raisa

  2. Juminten May 17th, 2010 at 3:03 am

    aku dikabarin tito waktu hari itu.
    tp waktu itu kita belum kenal ya, mbak?
    jd aku cuma bisa titip salam dan ikut berdoa jg utk dedek raisa. 🙂

  3. lenje May 17th, 2010 at 7:31 am

    Dia bahagia kok di sana, Din :). Apalagi doa-doa orang tuanya seperti bunga, buih, warna pelangi – pokoke yang membuat dunianya (atau surganya?) indah 🙂

  4. didut May 18th, 2010 at 12:08 am

    semoga si kecil tenang di sisiNya
    Amin

  5. byrubyru May 19th, 2010 at 4:19 am

    little raisa will always be remembered in a lovely way…
    semangat tung tung

  6. atta May 23rd, 2010 at 4:15 pm

    dinda -hugs-

  7. Anonymous May 27th, 2010 at 5:41 pm

    aku hanya bisa terdiam dan kirim doa untuk raisa …

    -lilia-

  8. yati June 24th, 2010 at 10:38 am

    *hugs*
    doa ibunya, dan orang2 yang menyayanginya mengirim dia ke surga 🙂

    waktu itu saya masih di balikpapan. langsung nelpon ‘dia’ agar menyampaikan pelukku buatmu 🙂

  9. Anonymous June 25th, 2010 at 3:57 pm

    ijin copas ya teh,
    sama banget sama perasaanku saat ini 🙁

    -Gerry-

  10. Farika July 18th, 2010 at 4:42 pm

    *nangis*

  11. shintasaloewa August 3rd, 2010 at 10:18 am

    *sigh* akan ada pelangi, setiap hujan berhenti…

  12. […] Hingga gambar terakhir, setelah semua cerita selesai. Kau terpaku, pada gambar nisan dengan nama putri kecil kita. Genggaman tanganmu menguat dan kita berpandangan. Berpelukan, lebur dalam sejuta perasaan. Tak […]

  13. Akikah, Aceh-Style | Dindajou May 25th, 2014 at 9:49 am

    […] sendiri dilaksanakan hari Kamis, 15 Mei pas libur Waisak, bertepatan dengan hari lahir Kakak Raisa. Sebelum acaranya dimulai, kedua kambing akikahnya di-peusijuk juga, untuk kemudian di […]

Any comment?