you will never be forgotten*


*for my baby girl in heaven

Nak,
Sepi adalah saat ibu mengingatmu penuh seluruh. Mengingat perasaan ibu saat pertama kali melihatmu. Mendekapmu dekat ke dada ibu. Membelai pipimu yang halus. Dan menciummu dengan hati remuk. Bertanya sia-sia dalam hati apakah kau bisa mendengar ibu memanggil namamu.

Nak,
Sepi adalah saat air mata itu selalu jatuh. Keheningan yang terlalu gemuruh. Pertanyaan mengenai kesedihan sudah Ibu tinggalkan jauh. Karena ibu justru menangis karena Ibu hampa. Ada kekosongan yang serta merta merenggut semua rasa yang ibu punya. Kekosongan yang menyesakkan.

Nak,
Sepi adalah sahabat ibu. Ibu berpegang erat padanya tiap kali ibu merindukanmu. Ibu bercerita padanya tentang masa lalu. Tentang harapan-harapan. Tentang andai-andai. Tentang mimpi-mimpi. Tentang tetapi-tetapi.

Nak,
Sepi adalah penghenti waktu. Karena ketakutan ibu adalah lupa. Ibu takut waktu membuat kenangan tentangmu tergerus pelan-pelan dan ibu melupakanmu atas nama masa depan. Ibu tau bahwa manusia yang hidup harus terus berjalan. Tapi nak, ibu telah membesarkan hati, agar semua kenangan tentangmu muat untuk ibu simpan didalamnya.

Nak,
Sepi adalah doa. Adalah Al-Fatihah yang selalu ibu lantunkan dengan penuh sungguh. Adalah puji-puji kepada Pemilik Semesta atas kehebatan-Nya menciptakan skenario yang Ibu yakin akan indah pada waktunya. Adalah saat ibu meminta pada-Nya agar kamu selalu berada ditempat yang terbaik, di taman bunga indah dengan kupu-kupu warna warni sebagai temanmu.

Nak,
Berbahagialah…

Jakarta, 28 Mei 2008.
40 days after

Join the Conversation

13 Comments

  1. Dia bahagia kok di sana, Din :). Apalagi doa-doa orang tuanya seperti bunga, buih, warna pelangi – pokoke yang membuat dunianya (atau surganya?) indah 🙂

  2. *hugs*
    doa ibunya, dan orang2 yang menyayanginya mengirim dia ke surga 🙂

    waktu itu saya masih di balikpapan. langsung nelpon ‘dia’ agar menyampaikan pelukku buatmu 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *