Tentang membahagiakan diri

“When I loved myself enough I learned to say yes when I want to and no when I want to”

Kim McMillen

Aku memutuskan untuk berhenti dari tempat aku bekerja. Bukan sebuah keputusan spontan, ini sudah melalui proses berfikir yang cukup panjang. Tidak gampang, tapi ada kelegaan. Cukup ‘menakutkan’, tapi aku pikir ini keputusan yang terbaik.

Empat tahun lebih aku bekerja disana. Lengkap dengan suka dukanya. Belajar banyak dan juga bersenang-senang. Bersusah-susah dan banyak kenangan. It was fun.

Now, it’s time to move on.

Berbagai hal yang terjadi belakangan ini membuat aku kerap kembali ke pertanyaan itu: what do I want, really? Jika berbagai atribut yang melekat dan topeng yang menempel di tanggalkan, sebenarnya aku mau apa?

Aku mau membahagiakan diriku. Kalau aku tidak bahagia, aku tidak akan bisa membahagiakan orang lain. Aku ingin melakukan yang aku suka. Walaupun itu akhirnya harus memulai segalanya dari nol lagi. But then again, that’s the beauty of life.

Jadi, dengan bangga aku memulai yang aku suka. Sebuah project yang sudah lama ingin dimulai, dan baru kini terlaksana. Perkenalkan, my new baby:

Ia membuatku kembali bersemangat, it brings back my passion. I have big plan, and I don’t care where I will end up. But I have faith. Oh, I do have faith!

So, let’s watch it grow. Together!

12 Responses

  1. hedi September 1st, 2009 at 5:38 am

    keren bo…passion kamu emang di mahluk bernama foto *menjura*

  2. Dinda September 1st, 2009 at 10:56 am

    @mas hedi: hehehe.. Thanks! Syukurlah kalo suka. it’s a good sign. sangat membantu untuk terus memompa semangat 😀

  3. yati September 1st, 2009 at 3:54 pm

    selamat, jeng dengan keputusan barunya. keren, bisa memutuskan untuk berani memulai dari nol.

    saya suka foto2nya sejak pertama kali diliatin sama mas mbilung 🙂
    boleh toh saya nyuri2 ilmu di sana? :p

    semangat, Din! 🙂

  4. Mbilung September 2nd, 2009 at 5:18 am

    ayooooo semangat!!!
    Na … udah pernah motret orang sakit blum?

  5. Rusa Bawean™ September 2nd, 2009 at 8:58 am

    apa pun yg terjadi
    semangat terus!!!

  6. Bandit Pangaratto September 4th, 2009 at 5:32 am

    Hooo…..

    Salut dah buat keputusannya..

    😀

  7. Bangsari September 4th, 2009 at 6:11 am

    jadi, sekarang ikut pakde mbilung? 😛

  8. memeth September 5th, 2009 at 8:19 am

    salamm kenal mbak dinda 😀

    wuah,setuju byanget soal menyenangkan diri sendiri itu. memang harusnya kerjaan itu gak sampe membuat kita jd robot, menghamba di bawah materi dan status, tp tyt merasa kering di dalamnya.
    sgt subyektif dan mnrt pengalaman saya, gak gampang. palagi hidup di bawah sorot pengamatan masyarakat dan keluarga, yg menilai sukses dr materi dan status.

    skrg kl ditanya soal kerjaan, jawabnya bersenang2. 😀
    *nyengirsuperlebar*

  9. defickry September 6th, 2009 at 12:18 am

    huaaa.. it was a great decision.. gak mudah ya emang keluar dari zona nyaman dan beralih ke zona dimana bahkan bentuknya pun kita tak tahu.. memulai dari awal dan bla bla bla.. tp setidaknya modal minat menjadi senjata ampuh untuk melangkah dan meneruskan hidup… semoga sukses mbk.. 🙂

  10. Dinda September 6th, 2009 at 5:21 am

    @yati: makasih jeung! silahkan aja langsung ke TKP. nggak dianggap ‘nyuri’ kok, heheh.. rencananya itu blog juga buat sharing tentang foto 🙂

    @mbilung: bapak mau jadi model? 😛

    @Rusa: makasih yaaa..

    @Bandit: ah… biasa aja bang!

    @Bangsari: ikut pakde kemana ni bang?

    @memeth: salam kenal juga memeth. Harusnya juga gitu, kerjaan HARUS bikin senang 🙂

    @defickry: embeeeer! makasih yaaa..

  11. antyo rentjoko September 6th, 2009 at 6:59 pm

    Bersyukurlah orang yang berani memutuskan sesuatu sesuai kata hati. Bravo!

  12. -tikabanget- September 11th, 2009 at 5:45 am

    mbak.. 🙁
    sayah juga lagi takut inih.. 🙁
    antara zona nyaman yang mapan sama dunia baru yang menantang..
    banyak kata : “tapi..tapi..”

    huhuhu..

Any comment?