Rumah Papa: Oh, Budget…

*Seluruh cerita soal Rumah Papa ini bisa dilihat di kategori Rumah Papa

Seperti yang aku ceritakan pada posting sebelumnya, kami meminta Bang Doni untuk membuat desain rumah yang sehat dan fungsional. Rencananya lantai bawah untuk keluarga, dan lantai dua dijadikan area untuk kos-kosan.

Tadinya, Bang Doni mau membuat beberapa alternatif desain. Tapi karena dirasa kurang efisien, akhirnya Bang Doni hanya membuat satu draft dan mencurahkan semua pemikirannya kesitu. Aku pikir juga ini lebih baik.

Seminggu berlalu, Bang Doni datang ke rumah kami dengan membawa draft denah awal. Ia membentangkan kertas gambar dan mempersilahkan kami melihat. Jrengggg….

Lantai pertama terlihat menjanjikan! Teras dan carport bersebelahan. Ruang tamu hanya dipisahkan oleh partisi ke ruang keluarga yang bersatu dengan ruang makan. Jadi kalau ada acara keluarga (yang sangat rame itu!), rumah ini bisa terasa lega. Kamar tidur ada dua dan kamar mandi ada tiga, termasuk satu yang dekat dengan ruang tamu. Area dapur cukup luas dilengkapi dengan area kerja dan penyimpanan untuk barang-barang catering mama. Di belakang, ada area servis terbuka untuk mencuci dan menjemur baju.

Lantai dua, ada barisan lima buah kamar yang tersusun sejajar. Dua kamar, yang diperlukan untuk kebutuhan keluarga punya akses dari dalam rumah. Sedangkan untuk tiga kamar yang (mungkin) dijadikan kosan, ada akses tersendiri.

Lah tapi, kok ada tiga lantai?

“Jadi begini….” Bang Doni membuka diskusi yang membuat aku jadi deg-degan, Setelah dipikirkan dengan matang, untuk membuat rumah yang kami mau dengan budget terbatas, pembagian ruangan – terutama untuk di lantai atas – sebaiknya disesuaikan dengan titik-titik pondasi. Dengan begitu, di bawah bisa dua kamar tidur, dan di atas bisa 5 kamar. Karena kami butuh Setidaknya 4 kamar sendiri untuk keluarga, yang bisa dijadikan kamar kos ya hanya 3 kamar. Menurut Bang Doni, kalau memang mau serius dibuat bisnis ke depannya, lebih baik dinaikkan jadi 3 lantai, yang mana akan ada tambahan 5 kamar lagi. Tapi kalau memang dirasa tidak perlu, ya denah lantai tiganya bisa diabaikan saja.

Heemmm… terdengar menarik! Dari yang aku lihat di draft gambar, memang Bang Doni memasukkan semua yang kami inginkan. Dinding yang berjarak dengan rumah tetangga, ventilasi yang baik dan pembagian ruangan yang menampung semua kebutuhan.

Okelah Bang. Kalau seandainya ditambah satu tingkat lagi, budgetnya jadi berapa? Yah… ditambah sekitar 50 persen dari budget awal.

Lalu aku pingsan. Hahahahah!

Apa yang dibilang Bang Doni memang ada benarnya. Tapi secara biaya? Nanti dulu. Budget yang kami alokasikan untuk project ini hanya cukup untuk rencana awal (2 lantai), plus sekian untuk dana ekstra jika ada pengeluaran tak terduga (yang mana ini sering kali terjadi!). Kalau dibuat tiga lantai mungkin bisa, tapi artinya akan ada penyesuaian dengan pos-pos lain. Nggak akan bisa pulang kampung lebaran, apalagi liburan spontan selama setahun kedepan. Bahkan pengeluaran bulanan rutin sepertinya juga terimbas. Kondisi ini kurang-lebih sama seperti saat kami membangun rumah dulu. Sebagai manajer keuangan rumah tangga, aku pusiiiiinggg… hahahahah!

Jadi pertanyaannya mau dua lantai atau tiga sepenuhnya terserah kami. Pilihannya, kami bisa “bermain aman” hanya dengan membangun rumah dua lantai, tapi kedepannya tidak maksimal. Atau mau ambil resiko dan deg-degan tapi ya lebih menjanjikan dalam jangka panjang. Setelah diskusi dan mencari wangsit, akhirnya kami memilih: kami mau mengambil resiko! Mumpung masih muda, dan supaya hidup rada berwarna, nyerempet ‘bahaya’. * Salaman lagi sama Bang Doni*  Hidup lantai tiga!

Selanjutnya, kami memberikan bola panas ke tangan Bang Doni: bagaimana ‘meracik’ konstruksi tiga lantai dengan budget yang sebenarnya juga tidak banyak-banyak amat. “Jangan buru-buru ya, Din!” katanya. Ya selow aja lah, Bang. Mau murah dan bagus, ya biasanya lama. Lagian, lama-lama juga nggak apa-apa kok. Biar kami bisa nabung dulu, hihihihi!

rumahpapa 005Gambar denah awal yang nantinya akan diuprek-uprek lagi 😀

One Response

  1. Jual Kavling Tanah Murah November 15th, 2016 at 1:59 pm

    keren nih artikel.. mantab desain rumahnya..

Any comment?