Rumah Impian : Rumoh Aceh Transformasi

Setelah mendapatkan ‘wangsit’ untuk membuat rumah kami menjadi lebih Aceh, Mas Yusing, Mas Anjar dan tim Akanoma menggodok lagi gambar yang sudah jadi. Gambar ini kemudian diberi sentuhan Aceh disana-sini, terutama bagian fasadnya. Seperti apakah gambar yang baru? Ini dia!

Bagus yaaaaa… Bener-bener makin nggak sabar untuk segera jadi!

Sementara itu, pembangunan sudah mulai berjalan lagi setelah Pak Tukang libur lebaran pulang kampong. Dan pelan-pelan, rumahnya juga sudah mulai terbentuk. Yang dikerjakan lebih dulu adalah kamar mandi. Kamar mandi ini menggunakan dua macam dinding, dinding batu bata yang diaci halus, dan dinding batu teplek yang disusun jadi macam puzzle. Jadinya baguuuus! Aku sudah terbayang di kamar mandi akan ditarok pot berisi tanaman daun yang bikin suasanya jadi alami banget.

Selain itu, lantai juga sudah dibuat. Flooring untuk lantai bawah ini rencananya akan memakai acian semen. Pengen sih ditutupin parket, tapi harus liat budget dulu. Masih cukup apa nggak, eheheh…. Atau, nanti setelah rumah jadi juga bisa. Parket toh cukup mudah dipasang.

Ini gambar ruang tengah sampai dapur yang sudah dilantai. Iihhh… imut-imut banget sih 😀

Sementara itu, aku juga sudah mulai mencari-cari tempat untuk membeli jendela, pintu dan kusennya. Untuk item-item ini, aku tidak pergi ke tukang kayu biasa. Tapi mencari di tempat barang-barang bekas. Menurut Mas Yu Sing, kayu-kayu jati lama yang biasanya diambil dari rumah tua kualitasnya lebih bagus. Harganya pun jauh lebih murah.

Tapi, tantangannya tentu saja menemukan bentuk dan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan. Begitupun, Mas Sing tidak terlalu kaku. Pokoknya ya seketemunya aja. Kalau nanti jendelanya belang-belang, ya tidak apa-apa. Atau kalau dinding harus menyesuaikan lagi, ya tidak masalah.

Jadilah aku mengarungi Jakarta untuk mencari di tempat-tempat bongkaran yang prosesnya penuh perjuangan, bermandi keringat dan sengatan matahari (halah!). Akhirnya ketemunya justru di Kemang Timur. Ada beberapa tempat barang bekas disana, dan ketemu satu toko yang harganya murah.

Toko ini juga menjual perabotan bekas. Oohhh… rasanya kayak nemu surga! Selain tanya-tanya soal item-item yang dibutuhkan, pastinya juga lirik-lirik perabotan vintage yang bikin ngiler. Tapi yaaa… tahan selera dulu yaaa! Nanti aja tunggu rumahnya jadi, hehehe…

3 Responses

  1. nikiwongganteng November 8th, 2012 at 1:58 am

    Wahai rumaah.. Cepatlah jadii!

  2. widy November 28th, 2013 at 9:34 pm

    Mbak, aku sng bgt baca blognya.. aku jg lg renov rmh, mulai okt 2012 lalu, skrg lg tahap finishing.. seru ya ternyata.. klo blh aku mau tau dong tepatnya dmn toko barang2 vintagenya yg di kemang timur, hehe.. siapa tau ada yg cocok dan bs dibawa plg biar rmhku secantik rmhnya mbak dinda.. 😉

  3. dindajou December 10th, 2013 at 9:03 pm

    @widy. Haihaiii… wah senangnya 😀 Di sepanjang kemang timur itu ada beberapa toko vintage. Tapi kalo saya selalu ke Pak Arsal, tokonya namanya Junghan, pas di depan Lio Gallery. Kalo dari arah Ampera Raya, dia sebelah kiri. Mudah-mudahan cocok yaaa 🙂

Any comment?