Rumah Impian: Akhirnya!

Pemirsa, akhirnya pindah jugaaaaaa! Mari bersama-sama: Alhamdulillaah…

Tanggal 1 Maret kemarin, ditandai dengan sudah dikosongkannya rumah kontrakan, aku sudah pindah ke rumah baru. Masih berantakan dan barang bertumpuk di sana-sini, tapi setidaknya sudah tidur di atas kasur sendiri, di rumah sendiri. Alhamdulillah lagi…

Perjalan menuju pindahan ini tentunya tidak mudah. Pada postingan soal rumah sebelumnya pada akhir Januari, rumah juga masih belum selesai. Padahal, tanggal 27 Januari dianggap ‘keramat’ karena kontraktor sudah bilang dengan sangat sungguh-sungguh bahwa rumah akan selesai. Tapi jauh panggang dari api. Pada tanggal itu, jangankan menjenguk rumah, basa-basi minta maaf karena rumah belum juga selesai, menelepon pun tidak. Kami dibiarkan tanpa informasi begitu saja.

Pertengahan Februari, kami terpaksa mengambil langkah yang keras, sebab di lapangan tukang pun sudah tak ada. Ditarik ke proyek lain katanya. Padahal beberapa jendela belum dipasangi kaca, listrik belum menyala, carport belum dibuat, dan masih banyak yang harus dirapikan. Kami menegur kontraktor: jika tidak ada tukang kaca dan tukang listrik yang datang, maka kami akan mencari tukang kaca dan tukang listrik sendiri.

Tukang listrik datang, meski hanya satu orang. Tapi tidak tukang kaca. Kami pun mencari tukang kaca pengganti. Dan coba tebak: tak sampai satu jam kaca sudah terpasang! Setelah berhari-hari listrik tidak selesai, kami menggunakan taktik yang sama. Mungkin karena melihat kami sungguh-sungguh dan bukan gertak semata, didatangkanlah beberapa tukang listrik. Dan coba tebak lagi: satu hari juga selesai! Beneran deh, apa harus dimarahin dulu ya baru bisa bekerja? Entahlah.

Sementara itu, tukang yang bekerja untuk membereskan segala macam hanya ada satu orang. Padahal, masih cukup banyak yang harus dikerjakan. Karena kami tidak tahu lagi entah kapan rumah kami akan selesai dan kontraktor tidak memberikan informasi apapun, akhirnya dengan berat hati kami meminta kontraktor untuk menghentikan semua tukang pada tanggal 18 Februari.

Sejak itu, kami meminta tukang langganan untuk membereskan berbagai hal, termasuk memeriksa dan memperbaiki kebocoran besar di kamar tamu, di jendela dekat tangga dan di sink dapur. Setelah bekerja selama satu minggu, para tukang yang baru membuat rumah kami lebih layak untuk ditinggali.

Selama itu juga aku melakukan aktivitas pindahan sendirian, soalnya si Abang sudah balik kerja dari tanggal 19 Februari. Saat ini, rumahnya masih berantakan. Barang masih bertumpuk dan belum ditata sebagaimana mestinya. Tapi untuk memuaskan dahaga permirsa (ahahah… apa sih!), berikut adalah gambaran umum rumah yang sudah jadi. Maaf masih difoto seadanya.

Silahkan menikmati tur virtualnya yaaa…


Tampak depan rumah. Tamannya belum beres dan pohonnya masih berantakan 😀


Setelah masuk carport, ada teras kecil (foto kiri). Masih ada barang-barang menumpuk diluar, heheh. Pintu/pagar bambu itu bisa dibuka, untuk akses langsung ke taman kecil di belakangnya, dan ruang makan semi-open, yang juga kecil, hahaha. Foto Kanan adalah pintu utama. Pintu dari rumah yang dulu. Cat putihnya di kerik untuk memberikan kesan tua.


Masuk dari pintu utama langsung ruang tengah untuk nonton TV. 


Kiri, foto ruang tengah dari angle yang berbeda. Di belakang sofa itu adalah dapur, tapi kitchen set-nya belum dibuat. Kanan, pintu kaca yang menghadap ke taman kecil (yang tadi bisa diakses dari teras). Ada pohon lengkeng yang sudah berbuah. 


Dapur yang masih seadanya.


Kiri, ruang makan yang terletak di kiri dapur. Kanan, taman kecil di samping kanan dapur. Rencananya ini akan dijadikan taman vertikal. Di bagian atasnya ditutup kaca, sehingga banyak cahaya. Ada juga jeda sekian mili meter antara kaca dan dinding paling kanan, sehingga kalau hujan, airnya akan mengalir di dinding.


Kiri, kamar tamu. Kanan, kamar mandi tamu yang letaknya disebelah kamar tamu.


Kiri, washtafel di bawah tangga, pas di depan kamar mandi tamu. Kanan, tangga menuju lantai 2.


Di atas tangga ada skylight ini. Terbuat dari kayu yang di bor sesuai gambar. Kalau matahari cerah, efeknya ada cahaya di dinding. Bentuk cahayanya akan berubah tergantung jam.


Sekarang sudah sampai lantai dua. Diujung tangga sebelah kiri, ada kamar yang masih kosong. Rencananya untuk kamar anak, kalau akhirnya memutuskan punya anak, hehehe. Untuk sementara, belum tau mau dijadikan apa.


Kamar anak ini punya pemandangan luar biasa. Kemarin sempat tidur disini, dan bisa melihat bulan purnama sambil rebahan di atas kasur. Sedap!


Kiri, di depan tangga adalah ruang kosong untuk akses ke ruang kerja dan kamar. Kanan, tangga ke lantai tiga yang sangat fungsional, bisa jadi rak buku!


Masih di lantai dua, ini adalah ruang kerja. Masih belum diapa-apain.


Di sebelah ruang kerja adalah kamar utama. 


Kiri, kamar utama dari angle lain. Kanan, kamar mandi di kamar utama. Tadinya atap kamar mandi ini hanya dari kaca. Tapi aku punya ide untuk menggantungkan bambu yang berfungsi sebagai plafond. Selain untuk menyamarkan (supaya nggak terlalu eksibisionis yaaa!), juga supaya tidak terlalu panas.


Tangga dilihat dari lantai tiga/mezzanine. Railingnya juga terbuat dari bambu bekas steger.


Ruang mezzanine yang bisa dipakai untuk apa saja.


Ruang mezzanine dari angle yang berbeda. Kacanya pakai kaca nako. Banyak juga jendela yang pakai kaca nako di rumah ini. Old school!


Kiri, pintu di ruang mezzanine untuk akses ke ruang servis. Kanan, ruang servis ini juga memuat gudang dan kamar mandi untuk mencuci.


Di ruang mezzanine juga ada akses ke balkon untuk duduk santai. Railing terbuat dari ukiran kayu, yang motifnya dicontek dari ukiran yang ada di rumoh geudong keluarga besar si abang di Sigli. 

Demikianlah tur virtualnya pemirsa. Bagaimana pendapat anda? Mudah-mudahan terpuaskan yah, hehehe. Insya Allah kalau rumahnya sudah rapi, dan si abang sudah pulang, kami akan selametan rumah/housewarming pada bulan April. Nanti akan diundang semua deh, hehehehe!

36 Responses

  1. Andre Pinem March 6th, 2013 at 9:22 am

    keren, diman nih din?

  2. Dinda March 6th, 2013 at 10:34 am

    di cibubur bang 🙂

  3. mbilung March 6th, 2013 at 10:00 am

    Horeeee…kamarku sudah mau jadi. Cantiknyapun. Mesin kopinya di lantai berapa?

  4. Dinda March 6th, 2013 at 10:37 am

    hahahahhaah! di samping pohon lengkeng pak 😀

  5. didut March 10th, 2013 at 7:04 am

    nice house mbak, kl pakde mbilung diundang aku melu hahahahaa~

  6. Dinda March 11th, 2013 at 1:35 pm

    @didut: hahaha… diundang jugaaaaaa 😀

  7. totokwijayanto March 6th, 2013 at 10:48 am

    asiiiikkkk……

  8. Dinda March 6th, 2013 at 1:44 pm

    yaaayyy!

  9. rangga Lail March 6th, 2013 at 12:36 pm

    salam
    kalo Ruang mezzanine yang lantai 2 kan agak pendek, kira2 panas ndak klu siang terik matahari,,, thks b4
    but anyway,,, this building its great,,,

  10. Dinda March 6th, 2013 at 1:44 pm

    Halooo… Terimakasih ya 🙂 Kalau ditanya panas, ya pasti ada lah panasnya ya. Tapi karena banyak bukaan jendela, anginnya bebas masuk. Jadinya nggak terlalu panas. Selain itu, juga ada sistem pendinginan atap dengan air tampungan hujan (nanti di posting deh soal ini, heheh).

  11. ririenarch March 6th, 2013 at 1:08 pm

    mantab…dapet banget feelnya…nice 🙂

  12. Dinda March 6th, 2013 at 1:51 pm

    Makasih. Arsiteknya jagoan nih 😀

  13. Anonymous March 6th, 2013 at 1:16 pm

    Salam, mau nanya, kontraktor sampai akhirnya ini masih Mas Teky atau sudah ganti kontraktor di tahap kedua? Terima kasih.

  14. Dinda March 6th, 2013 at 1:49 pm

    Salam juga! Dari awal sampe akhirnya dihentikan tanggal 18 februari 2013 kemarin kontraktornya masih sama 🙂

  15. agung March 6th, 2013 at 3:46 pm

    This comment has been removed by the author.

  16. agung March 6th, 2013 at 3:50 pm

    keren.mbak..menginspirasi…

  17. Dinda March 11th, 2013 at 1:33 pm

    waaa.. senang kalau bisa mengisnpirasi 🙂

  18. sis wanto March 6th, 2013 at 10:05 pm

    hebat, salut.
    aku pernah merasakan rasanya “digantung” karena tidak ada tukang yang gak berangkat kerja 2 bulan ketika membangun rumah kami (tukang dipake proyek lain tanpa ijin) . dan aku hanya bisa menunggu…
    rumah impian, selalu penuh perjuangan…

  19. Dinda March 11th, 2013 at 1:34 pm

    bener banget ya! penuh perjuangan banget. sekarang rumahmu gimana pak?

  20. sis wanto March 18th, 2013 at 5:50 am

    di Pekalongan. Sudah setahun ( 2 bulan vakum ) membangun rumah impian. Padahal perkiraanku hanya setengah tahun sudah selesai, untuk kontrak rumah satu tahun untuk tinggal sementara. sekarang juga masih berantakan.

  21. qq March 7th, 2013 at 6:37 am

    Kereeen rumahnya. Urusan mencari tukang emang bukan perkara gampang buatku Din, makanya ampe sekarang belum sempat renovasi. Mau donk kontak tukang langganannya hehehehehe

  22. Dinda March 11th, 2013 at 1:36 pm

    iya ki. emang dealing dengan tukang gampang2 susah yah. Nanti aku kasih kontaknya yah!

  23. windi siregar March 11th, 2013 at 4:31 am

    Assiiikk, baru liat loo na rumahnya. alo ada rejeki, kesana ama Uli yaa :)) :))

  24. Dinda March 11th, 2013 at 1:37 pm

    *berdoa biar windi banyak rejeki.. aaamiinn!* Tapi si uli udah curi start hahhaa.. kemaren dia kemari abis kami dari kawinan bang andre.

  25. Gage March 11th, 2013 at 4:58 pm

    Kyaaaaaaa keren! aku mau sofa ijo itu!

  26. Dinda March 14th, 2013 at 11:20 am

    eheheh makasiiihhh… sofa ijonya beli di rumah lunar kemang timur (lunar.co.id) *bukan buzzer tapi kalo mau dikasih vocer ga akan nolak hahaha*

  27. Antyo March 15th, 2013 at 12:02 pm

    Siap bertamu dan disuguhi — tapi jangan memotret saya 😀 #ge-er

  28. Dinda March 21st, 2013 at 12:27 am

    ah, om paman tau aja mau di foto-foto 😀

  29. yati March 19th, 2013 at 12:13 pm

    Keterlaluan kerennya din :)) unik, ramah lingkungan, fungsional. Impian gw banget
    Semoga ada rezeki buat ngerenov juga…amiiinnnn

  30. Dinda March 21st, 2013 at 12:28 am

    amiiiiinnn *doain banyak-banyak*

  31. titiw March 20th, 2013 at 8:11 am

    Kereeeen! Ini bikinnya dari scratch banget cuma ada tanah, atau udah beli rumah bekas dan direnov mbak..? Nice nice nice. Aku suka banget yang cahaya berubah2 kalo jam berubah.. 🙂

  32. Dinda March 21st, 2013 at 12:30 am

    hehehe.. kombinasi keduanya :D. Udah beli rumah bekas, terus rumahnya diancurin total, dan mulai dari scratch.

  33. atta March 27th, 2013 at 3:46 pm

    aku mau ke sini. mau mau mau 😀

  34. lenje April 2nd, 2013 at 11:36 am

    Dinda, aku baru lihat! Bagus banget rumahnya! Dindingnya gak usah dikapur juga okeh, kan temanya rustic. Nanti dekornya disesuaikan :)))). Dapurnya kecil tp fungsional yaaa… panci2nya digantung aja kayak di bistro2… microwave bisa dipasang di atas kompor… Eh, jadi semangat nih hihihihi (maklum baru pindah rumah beberapa minggu lalu, jadi masih seneng2nya ngedekor :)))

  35. Anonymous April 22nd, 2013 at 2:22 am

    Siipp…

  36. Mariana June 1st, 2015 at 3:23 pm

    Waahh, ini super kece rumahnya Mba impian aku banget banget. Mudah2an bs dapet tanah trus bangun rumah kaya gini hihihi.. Luas tanah berapa mba? Oia mba, aku udah email mba dinda, boleh tau kontak Mas Yu Sing kah? Really need his touch~

Any comment?