Roadtrip with a Toddler, Day 3 of 17: Purwokerto

Day 3: Purwokerto

Purwokerto adalah perhentian “serius” yang pertama. Si Abang memang sudah lama berniat ke Purwokerto untuk mengunjungi Pak Zaki, kolega kerjanya waktu project di Kuwait dulu. Alhamdulillah akhirnya kesampean juga. Paling nggak, kalo setelah ini pulang, hati sudah lega, hahaha!

roadtrip2015_008

Kiri: BabyM punya kosakata baru, “teng dong” yang artinya lift 😀 | Kanan: Kami berusaha untuk tetap konsisten dengan jadwal harian BabyM di rumah. Kalau pagi dia jemuran matahari. Jadi selama roadtrip, pagi-pagi juga diusahakan untuk jemuran.

roadtrip2015_010

Masih jemuran 😀

roadtrip2015_009

Pagi-pagi lihat dari jendela kamar, ada bapak yang bersihkan mobil. Itu SEMUA mobil yang parkir dia bersihin loh. Pas roadtrip beberapa tahun lalu, kalau nginep di hotel-hotel kecil pasti ada yang beginian. Tapi hotel besar nggak pernah. Suprise aja Santika Purwokerto ada beginian. Makasih ya pak!

Menjelang waktu makan siang, kami dijemput di hotel oleh Pak Zaki sekeluarga. Lengkap dengan istri dan dua anaknya yang lucu. Anak kedua Pak Zaki seumuran dengan BabyM, jadi makin seru! Kami langsung makan di restoran yang asyik bernama “Umaeh Inyong”. Tempatnya menyenangkan, seperti rumah lama dengan taman belakang yang luas! Makanannya juga enak. Nggak cuma itu, si resto ini juga menjual oleh-oleh khas Purwokerto. Mulai dari batik, hingga coklat yang diproduksi sendiri. Kami dihadiahi satu tas besar oleh-oleh dari Pak Zaki. Jadi nggak enak deh, soalnya kami nggak bawa apa-apa, hahahah! Makasih yaaa!

roadtrip2015_014

Selamat datang di Umaeh Iyong!

roadtrip2015_013

Di dekat pintu masuk ada beberapa kura-kura. Anak-anak pada kesenengan.

roadtrip2015_012

Interior Umaeh Inyong yang menyenangkan

roadtrip2015_011

Ada taman luas juga, anak-anak bisa lari-larian.

Kelar makan, kami menuju “Telaga Sunyi” atas permintaan si Abang. Pak Zaki belum pernah juga kesitu, jadi kami nggak ada yang tau gimana medannya. Letak Telaga Sunyi ini nggak jauh dari lokasi wisata popular, Baturraden. Tapi masih harus naik ke atas lagi, melewati Baturraden Adventure Forest. Saat tiba, kami disambut pepohonan pinus. Tidak terlihat ada wisatawan lain. Mungkin karena weekday jadi sepi. Seorang bapak mendekati kami dan mengatakan bahwa petugas jaganya sedang ada urusan, jadi sudah pulang. Tapi dia bersedia menemani kami. Hanya saja dia berpesan bahwa sebaiknya kami tidak berenang, sebab tidak ada pengawasnya.

Dari tempat parkir, kami harus jalan sekitar 200 meter. Saat melihat telaganya, waaahhhh… bagus bangeeetttt! Telaga sunyi adalah kolam mata air yang dibendung bebatuan alam besar. Ada air terjun kecil yang biasanya berhenti mengalir kalau sudah musim kemarau. Air telaganya dingin tapi segar. Pengen banget nyebur, tapi ya gimana? Medannya agak kurang bersahabat kalau membawa anak kecil. Paling dangkal 1,5 meter dan langsung dalam 4 meter. Batu-batunya pun licin. Plus, karena mungkin lokasinya kalah popular dari Baturraden, tidak terlihat ada toilet/tempat berganti pakaian di dekat situ. Akhirnya, kami hanya main air sebentar disitu. Ada sebuah ceruk batu dengan air semata kaki yang bisa jadi tempat main anak-anak kicik.

roadtrip2015_021

roadtrip2015_015

Jalan sekitar 200an meter dari tempat parkir

 roadtrip2015_016 Taraaaa…

roadtrip2015_017

Si bapak melamun 😀

roadtrip2015_020

roadtrip2015_018

roadtrip2015_019

roadtrip2015_017a

Selesai di Telaga Sunyi, kami pindah ke Baturraden untuk piknik. Duduk leyeh-leyeh di tikar sambil ngobrol. Makan gorengan, tempe mendoan dan mencoba sate kelinci (aku sih beneran nyoba, satu gigit doang. Abisnya kasiaaaaan, gak tega makan kelinci yang lucu, hiks). Tidak lupa beli kaos yang ada tulisan Baturraden, hahahaha! Purwokerto menyenangkan!

roadtrip2015_022

***

Restoran Umaeh Inyong, Jl. Ahmad Yani No. 47 Purwokerto, Jawa Tengah

Join the Conversation

2 Comments

  1. Aaak… Ciamis dan Purwokerto adalah 2 kota orangtuaku 🙂 kayaknya kapan-kapan aku mau nyontek itinerary yang dibikin paksuamimu ya… soale aku aja yang pernah tinggal di Purwokerto gak tau ada telaga sunyi. Cita-cita banget deh roadtrip kayak gini (nunggu bayi lewat 1 tahun kali ya biar rempongless)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *