Roadtrip with a Toddler, Day 17 of 17: It’s a wrap!

Day 17 – Home sweet home, and the lesson learned

 

Every good things must come to an end, huhuhu…. Tapi 17 hari ber-roadtrip ria rasanya sudah sangat cukup untuk menyegarkan jiwa raga. Kami pulang dengan badan capek, tapi hati sungguh sangat senang. Kami bahkan makin bersemangat untuk melakukan roadtrip lain, hahahah!

Selama 17 hari perjalanan ini, ada banyak hal yang bisa dijadikan “pelajaran”. Beberapa di bawah ini adalah diantaranya. Mudah-mudahan pengalaman ini bisa membantu teman-teman yang ingin roadtrip (atau liburan secara umum) bersama anak.

 

* Siapkan itinerary.

Itinerary bagiku sangat penting. Berapa hari yang mau dialokasikan. Kota mana saja yang hendak dikunjungi. Apa saja atraksi di kota itu yang ingin dilihat. Mana yang prioritas, mana yang sekedar ingin lihat. Beberapa pilihan untuk menginap di kota tersebut yang sesuai dengan kebutuhan dan budget. Kalau punya semua informasi ini sebelum berangkat, paling tidak hati sudah tenang, tidak terlalu meraba-raba saat masuk sebuah kota. Bisa sih langsung liat di internet, Tapi kalau lagi nggak ada sinyal atau habis batre, agak repot.

 

* Tetap fleksibel, liburan artinya SEMUA orang senang.

Begitupun, dengan itinerary yang lengkap di tangan, tetaplah membuka hati dan pikiran untuk selalu fleksibel. Kalau sudah punya anak, rasanya sih kalau anak senang, bapak ibunya juga senang, kan? Jadi, kami tetap menjaga agar BabyM selalu senang dengan memperhatikan kebutuhannya. Fleksibilitas itinerary ya tujuannya agar si toddler tetap senang. Misalnya, aku dan si abang ingin mengunjungi suatu tempat yang sudah dibuat di itinerary, tapi anaknya terlihat lelah dan mulai menunjukkan tanda-tanda bosan. Ya sudah, dibatalkan perginya dan membiarkan anaknya istirahat. Kalau dipaksakan juga, anaknya bisa-bisa tantrum dan kita semua nggak senang!

 

* Mengikuti jadwal rutin anak

Di rumah, BabyM punya semacam rutinitas harian. Dia bangun pagi di kisaran jam 7, lalu berjemur, sarapan dan mandi. Sekitar jam 9-10 pagi, dia akan tidur dan bangun menjelang makan siang. Lalu makan, main, dan tidur lagi sekitar jam 2 atau jam 3. Lalu tidur malam sekitar jam 9. Kadang-kadang dia melewati tidur siang, namun malamnya bisa tidur lebih cepat. Nah, selama perjalanan, kami cenderung mengikuti rutinitas ini. Bangun jam 7 pagi, bermain dan sarapan di hotel lalu mandi dan siap-siap berangkat/checkout. Jadi, selama di mobil, dia sudah waktunya tidur pagi. Saat dia bangun, kami akan berhenti, istirahat makan siang dan membiarkan dia main sampai capek. Lalu, saat terlihat dia sudah mulai mengantuk, kami akan meneruskan perjalanan dan mengusahakan sampai tujuan di sore hari. Di awal-awal perjalanan, rutinitas ini penting. Tapi beberapa hari setelah dia mulai terbiasa, kami baru berani menyetir lebih lama.

 

* Mengurangi camera, mengurangi gadget

Liburan itu bagi kami godaan terbesarnya adalah kamera. Rasanya semua pengen difoto. Apalagi, kalau ada tingkah anak yang menggemaskan selama mencoba atau melihat hal baru. Kamera di tangan kiri, handphone di tangan kanan. Kadang, begitu jepret, rasanya pengen langsung share di social media. Walaupun aku dan abang sangat senang motret, untuk liburan bersama BabyM (dan juga kami terapkan hampir setiap saat), kami sepakat untuk mengurangi kamera dan gadget. Sebab, kami lebih memprioritaskan waktu bersama, menikmati suasana dan pemandangan, meperlihatkan dan menjelaskan ke BabyM mengenai hal-hal baru yang kami lihat. Kalau tiba di tempat baru, kami foto-foto sebentar, lalu semua kamera dan gadget disimpan lagi di tas, selebihnya kami bermain bersama. Saat-saat terbaik kami justru adalah saat-saat yang tidak terekam di kamera! Tapi, memorinya tetap melekat di hati dan kepala. Eaaaa…. 😀

 

 

 

Huaaaahhhh… selesai juga tulisan ini, hahahahah! Liburannya udah hampir tiga bulan lalu, tulisannya baru kelar sekarang, maklum yeeeee! Jadi begitulah cerita roadtrip kami berkeliling Pulau Jawa selama 17 hari. Mudah-mudahan bisa berguna untuk teman-teman yang mau liburan ke tempat-tempat yang kami kunjungi, atau mau membawa toddler untuk liburan. Sampai liburan berikutnya yaaa!

 

 

roadtrip2015_111

 

***

 

Oh iya, untuk lebih gampang melihat perjalanan dari posting-posting sebelumnya, dibawah ini adalah itinerary 17 hari perjalanan kemarin, roadtrip dengan anak usia 1,5 tahun. Setiap harinya aku bagi jadi tiga bagian, yaitu kota, kegiatan hari itu, dan tempat menginap pada malam harinya. Dan cerita lebih lengkapnya bisa klik tautan pada harinya. Mudah-mudahan bisa dijadikan ide untuk teman-teman lain yang juga mau roadtrip ya!

 

Day 01. Rumah, Cibubur – Bandung | Perjalanan | Hotel Amaris, Cihampelas.

Day 02. Bandung – Tasik – Purwokerto | Perjalanan | Hotel Santika Purwokerto.

Day 03. Purwokerto | Resto Umaeh Inyong, Wisata Telaga Sunyi, Piknik di Baturraden | Hotel Santika Purwokerto.

Day 04. Purwokerto – Jogja | Perjalanan, Resto Bu Ageng | Hotel Gallery Prawirotaman.

Day 05. Jogja – Pracimantoro – Pacitan | Perjalanan, Museum Kars Indonesia, Pantai Teleng Ria | Hotel Surfing Bay Cottages.

Day 06. Pacitan | Pantai Teleng Ria, Gua Tabuhan dan pasar batu akik, Pantai Banyu Tibo | Camping di mobil.

Day 07. Pacitan – Malang | Pantai Banyu Tibo, Perjalanan | Hotel Santika Premiere Malang.

Day 08. Malang | City Tour dan dinner di Hotel Tugu, Malang | Hotel Amaris Malang.

Day 09. Malang – Batu | Batu Secret Zoo dan Museum Satwa di Jatim Park 2 | Hotel Kampung Lumbung

Day 10. Batu – Solo | Perjalanan | Hotel Royal Surakarta Heritage.

Day 11. Solo | City Tour, Museum Batik Danar Hadi | Hotel Royal Surakarta Heritage.

Day 12. Solo | City Tour, Pasar Antik Triwindu, Alun-alun, BTC | Hotel Royal Surakarta Heritage.

Day 13. Solo – Jogja – Wonosobo | Perjalanan | Hotel Surya Asia.

Day 14. Wonosobo – Purwokerto | Kawasan Dataran Tinggi Dieng, perjalanan | Hotel Santika Purwokerto

Day 15. Purwokerto – Bandung | Perjalanan | Hotel Amaris Cihampelas

Day 16. Bandung | Saung Angklung Udjo | Hotel Amaris Cihampelas

Day 17. Bandung – Rumah, Cibubur.

Any comment?