Roadtrip Seadanya: Purwokerto

Belakangan ini kami sering pergi-pergi. Tapi, perginya bukan buat liburan seperti biasa. Sejak sibuk mengurusi bisnis baru di Medan dan Bandung, plus banyak acara keluarga besar, “liburan” selalu diselip-selipin diantara kerjaan atau urusan lain. Nah, bulan Juli lalu, kami bertekad untuk beneran libur. Bersantai aja gitu. Kami pengen ke tempat yang nggak terlalu jauh (budget terbatas bok!), tapi tetap menyenangkan. Dengan segala pertimbangan, kami memilih roadtrip ke Purwokerto! Yay!

Day 1&2

Kami sudah pernah ke Purwokerto sebelumnya. Dan itu sangat berkesan. Kebetulan, kami juga ingin kembali bersilaturahim dengan sahabat lama, teman kerja si Abang dulu, Pak Zaky dan keluarganya.

Begitu nyampe Purwokerto menjelang magrib, kami langsung disamperin di hotel. Mereka mengajak kami makan malam di warung kopi bernama “Kopi Lanang”. Tempatnya seru banget. Kopi dan makanannya juga enak-enak. Aku makan sayur pakis yang sedap atas rekomendasi Mbak Arum, istrinya Pak Zaky. Tapi di antara gossip emak-emak dengan Mbak Arum, liatin anak-anak kicik yang lari-larian (Malik sempet jatuh dan nangis kejer ajah!), aku nggak sempet fotoin tempat ini malam itu.

Dari hasil ngobrol, aku tau bahwa Pak Zaky dan Mbak Arum barusan membuka usaha hidroponikan. Tadinya kirain hidroponik mereka hanya buat konsumsi pribadi, eh taunya banyak yang mau beli. Jadilah kami dengan semangat mengatur rencana supaya besokannya bisa mengunjungi kebun, hihihi!

Tapi ternyata besokan paginya hari hujan! Kami menunggu-nunggu, tapi hujan tak kunjung reda, hiks. Akhirnya kami memutuskan untuk main aja ke rumah mereka, membiarkan anak-anak main bersama. Agak sore, langit sedikit cerah, jadi kami memutuskan untuk langsung berangkat ke kebun yang nggak jauh dari rumah mereka.

Dan kebunnya menyenangkan sekali! Mata langsung seger ger ger, liat barisan selada, pokcoy, dan kale. Ada juga timun yang rasanya manis banget! Anak-anak langsung heboh main tanah, sementara kami ngobrol santai sambil ngopi. Duhh… beneran deh, ngiler banget liat kebunnya! Pak Zaky bilang malah banyak ibu-ibu dateng kemari, bukan hanya buat beli sayur petik sendiri, tapi juga foto-foto, hihihih!

201707 pwt01

Menuju kebun, wiii udah kelihatan tuh!

201707 pwt09

Nggak sanggup liat begini langsung poto-poto, ahahahha!

201707 pwt02

Anak-anak pada hepi main tanah :’)

201707 pwt08

Coba, gimana nggak kalap liat beginian?

201707 pwt11

Sepatu dan celana Malik udah nggak jelas warnanya 😀

201707 pwt03

Ngopi-ngopi di kebun, adududududuh… sedap!

201707 pwt07

Foto keluarga wajib 😀

201707 pwt10

Sampai ketemu lagi, kebun hidroponikan!

***

Day 3

Hari kedua di Purwokerto, kami memutuskan untuk stay di hotel aja. Sebab, kemarin sudah seharian di luar. Kami menginap di Java Heritage Hotel, yang terletak di kota. Hotel ini menyenangkan sekali. Di lobby-nya ada seperangkat gamelan yang sebenernya hanya untuk display. Tapi, begitu melihat ini, Malik langsung beraksi, hahaha! Hampir setiap ada kesempatan dia akan meminta untuk turun ke lobby dan bermain gamelan.

Kolam renangnya juga luas dan menyenangkan. Ada air mancur yang buat Malik kesenengan, sebab dia sedang tergila-gila sama air mancur. Kami menghabiskan sepagian bermain di kolam. Mmm… maksudnya si Abang main sama Malik, sementara aku ada sedikit kerjaan yang harus diselesaikan, hihihi. Taman kolam ini juga lucu! Ada maze kecil yang buat penasaran, ada kolam ikan dengan dinding transparan seperti aquarium, plus banyak tempat duduk yang nyaman.

Kami memilih kamar deluxe yang ternyata cukup lega. Awalnya hanya booking dua malam karena berpikir untuk pindah dan merasakan hotel lain (kebiasaan!). Tapi Malik sepertinya terlalu capek dan nggak mau pindah, akhirnya malah extend dua malam lagi.

Kami makan siang di restoran Umaeh Inyong yang dulu pernah kami datangi juga. Lokasinya pun tak jauh dari hotel. Tapi, ternyata Malik ngantuk banget. Jadilah kami makan buru-buru dan balik ke hotel.

Sorenya, setelah segar, kami keluar untuk makan malam. Diajakin Pak Zaky dan Mbak Arum untuk makan Soto Jalan Bank. Ya ampun, ini enak banget deh! Kalau ke Purwokerto harus coba pokoknya!

Setelah makan, kami jalan-jalan ke tempat paling hits: alun-alun Purwokerto, hihihi. Anak-anak langsung lari-larian dan minta beli bubble. Tapiii, sayangnya hujan mulai rintik-rintik. Anak-anak juga mulai gelisah. Akhirnya Pak Zaky dan keluarga pamit dan kami bertahan sebentar di Alun-alun karena Malik pengen liat air mancur dulu!

201707 jahe02

Sebelum main gamelan harus permisi sendiri, tanya ke pak satpam boleh apa nggak dimainin 😀

201707 jahe01

Adukan es dan sikat gigi pun bisa jadi stick drum kalau sama Malik -.-

201707 jahe04

Hanya satu menit lah kamar bisa rapi begini. Selebihnya ya anak kicik udah heboh mainin ini itu. Senangnya, kamar di Java Heritage Hotel ini cukup lega, jadi nggak khawatir anaknya lari-larian gak jelas 😀

201707 jahe07

Kiri: Kolam renang hotel Java Haritage ini menyenangkan! Kanan: Yah, sendal pun dijadikan ‘stik drum’. Bebas lah Malik!

201707 jahe06

Bapak push-up dulu katanya biar perut agak rata pas di foto :D, ibu mah santai di pinggir kolam aja lah ya… 

201707 jahe05

Tenang Pak… perutnya nggak keliatan kok 😀

201707 jahe03

Se. La. Lu. 

201707 btr08

Soto Jalan Bank. Endeeuusssshhh…

201707 jahe12

Alun-Alun Purwokerto. Nama mall-nya mesra ya 😀 

201707 jahe09

Bapak Ibu gak mau kalah pengen main, ahahahah!

201707 jahe10 201707 jahe11

Kayaknya beginian ada di mana-mana ya sekarang 😀

***

Day 4

Belakangan ini, adekku juga sering bolak-balik Purwokerto. Bukan cuma karena mendoannya yang ngangenin, dia suka nyari air terjun alias curug buat lompat. Yes, you heard me right: BUAT LOMPAT! Jadi, ada komunitas yang namanya cliff jumping Purwokerto, yang sering jadi teman main adekku.

Nah, kami juga pengen ke curug bawa Malik. Purwokerto memang banyak curugnya. Letak curug-curug ini pun berdekatan, di daerah Baturraden ke atas. Nggak usah sampe lompat-lompat juga sih, tapi buat main air aja. Ceritanya bisa tour de curug gitu. Si Adek merekomendasi temannya untuk aku hubungi biar nemenin kami. Sayangnya anak-anak Pak Zaki tiba-tiba sakit jadi nggak ikutan. Akhirnya, kami pergi ditemanin dengan dua teman si Adek, namanya Oii dan Ripto.

Saat berangkat dari hotel, cuaca udah mendung-mendung manja gitu. Memang sejak kami dateng, Purwokerto agak kelabu. Padahal sebelumnya cerah ceria ngga ada hujan udah lama. Begitu mulai naik ke atas, hujan mulai menetes. Semakin ke atas, semakin lebat. Kami sempat berhenti di parkiran salah satu curug menunggu hujan reda. Tapi karena nggak reda-reda juga, sedangkan hari udah mulai menunjukkan waktunya makan siang, kami sepakat untuk makan dulu. Kamipun menuju Kopi Lanang tempat kami makan di malam pertama kemaren.

Tapiiiii…. Di tengah jalan, Malik nangis meraung-raung! Dia keukeuh mau main di sungai. Memang dari awalnya berangkat ke Purwokerto, kami sudah bilang akan main di sungai. Tapi ya gimana? Akhirnya mobil dihentikan di pinggir jalan, dan aku mengajak Malik keluar mobil. Menceramahinya panjang lebar soal hujan yang deras dan Malik bisa lihat sendiri kabut semakin tebal. Main di sungai saat hujan deras itu berbahaya. Tapi dasar Malik, dia tetap teguh pendirian mau main di sungai. Hhhhh… gimana dong.

Setelah berfikir, aku ingat bahwa di Lokawisata Baturraden juga ada sungai. Dulu saat kesana, sungainya hampir kering, jadi mungkin bisa buat main. Akhirnya, ditengah hujan, kami memutuskan untuk ke Lokawisata Baturraden aja.

Sampai disana, walah! Ternyata sungai yang dulu kering kini airnya sudah tinggi dan arusnya deras sekali. Dulu bisa santai menyebrang sungai, kini bermain pun dilarang karena arus sedang deras. Ya udah, akhirnya kami makan pecel aja deh, sambil minum susu jahe menunggu hujan agak reda.

Setelah hujan reda, aku ingat ada aliran sungai kecil di situ. Lebih kayak parit sih, hihihih. Jadilah kami mengitari area lokawisata itu demi sungai/parit itu. Malik girang sekali saat ketemu sungai kecil itu. Tapiiiii… saat Bapaknya  mencelupkan kaki Malik ke air, dia langsung minta udahan, hahahahah! Dingiiiinnnn, katanya! Owalah naaakkk, minta sungai sampe tantrum, eh udah ketemu sungai mainnya nggak sampe lima menit. HIH!

Dari situ, kami langsung kembali lagi ke Kopi Lanang buat leyeh-leyeh. Minum hangat-hangat dan makan pisang goreng. Yang kasihan sih Oii dan Ripto yang udah nemenin kami sampe hujan-hujanan. Huhuhu… maaf yaaa! (bersambung)

201707 btr02

Sungai Baturradennya juga udah banjir begini…

201707 btr01

Hujan-hujan pun keukeuh ya nak…

201707 btr03

Daaannnn… dia hanya bertahan dua menit sodarasodara…

201707 btr04

Akhirnya pindah tongkrongan ke warung kopi.

 

 

 

Processed with VSCO with f2 preset

Warung Kopinya lucuuu…

201707 btr05

Santai baeeeeeee…..

***

Kebun Hidroponikan Purwokerto – Delivery/Kunjungan kebun : 08112209230

Java Heritage Hotel – Jl. Dokter Angka No. 71, Sokanegara, Purwokerto Timur
Purworkerto, Jawa Tengah, Indonesia

Soto Jalan Bank – Jl. RA. Wiryaatmaja No. 15

Kopi Lanang – Jl. Raya Baturaden Bar. Karangtengah, Rempoah, Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53151

Any comment?