Roadtrip Seadanya: Cirebon

Cerita sebelumnya bisa lihat di sini

Day 5

Hari ini, kami checkout dari hotel Java Heritage Purwokerto. Awalnya kami berniat untuk langsung pulang. Tapi, belakangan Malik lagi suka banget sama air mancur. Nah, di henponku, ada foto kami saat liburan ke Cirebon, mengunjungi Goa Sunyaragi, sebuah tempat pertapaan zaman dahulu. Goa ini juga mempunyai kolam-kolam dan air mancur.

Mulanya sih hanya iseng menawarkan apakah dia mau ke Cirebon. Aku kira dia akan menolak, karena dari kemaren dia bilang ‘nggak mau pindah hotel’ alias nggak mau jalan-jalan lagi. Tapiii… ternyata dia berubah pikiran dan semangat mau ke Cirebon! Kuwalat deh ibunya!

Akhirnya, kami pun sepakat menuju Cirebon. Paling hanya semalam, liat goa, lalu pulang. Oh iya, kami sempat berhenti di jalan untuk makan siang di Tegal, dan itu enak banget! Namanya Rumah Makan Suka Sari. Aku pesan tongseng sapi, astagaaaa… enaknya kebangetan!

Setelah melewati tol baru dengan pemandangan yang dramatis, kami tiba menjelang magrib di Cirebon. Karena hanya ingin ke Sunyaragi, kami pilih hotel yang dekat dengan kota. Pilihan jatuh pada hotel Batiqa. Harga hotelnya cukup affordable. Tentunya, hotel ini tidak punya fasilitas kolam renang dan lainnya. Tapi karena kami hanya semalam, itu tidak jadi masalah. Kami memesan kamar suite yang harganya juga masih terjangkau budget. Hotelnya ternyata cukup menyenangkan. Kamarnya lega dengan tempat tidur yang nyaman. Aku juga suka desainnya yang minimal, namun tetap terasa homey. Kami juga sempat makan malam di restoran bawah sebelum tidur dengan nyenyak karena capek.

201707 crb2

Tongseng superenak!

201707 crb3

201707 crb4

Pemandangan dramatis di jalan :’)

201707 crb1

Hotel Batiqa Cirebon

***

Day 6

Setelah sarapan, kami checkout dari hotel dan menuju Goa Sunyaragi yang hanya beberapa menit dari hotel. Tapi, hari itu adalah hari senin dan aku ada janji meeting virtual dengan tim minimons. Walhasil, aku membiarkan Malik dan si Abang duluan masuk ke Goa Sunyaragi, sementara aku bekerja di parkiran.

Setelah kelar meeting dan mau masuk ke lokasi, ya ampun… Malik dan si Abang sudah keluar dan menuju ke arahku. Hahaha! Meetingnya kelamaan atau merekanya yang terlalu cepat? Usut punya usut, ternyata air kolamnya kering dan air mancurnya juga tidak beroperasi. Yaaahh!

Untungnya Malik nggak marah-marah. Lalu, aku meminta izin kepadanya untuk masuk ke dalam kawasan goa sebentar. Masak sudah sampai sini aku nggak masuk. Walaupun sudah pernah, tetep aja. Akhirnya Malik mau. Dia dan si abang anteng menunggu di warung, karena dia dibolehin minum teh botol, hahaha!

Aku jalan-jalan sendirian menyusuri Sunyaragi. Foto-foto sebentar dan akhirnya memutuskan untuk udahan. Eehh… ternyata Malik dan si Abang masuk lagi, hahah! Ya udah, kami jadi muter-muter lagi, dan Malik seru sendiri main hide-and-seek diantara dinding karang.

Dari Sunyaragi, kami makan siang di Empal Gentong H. Apud. Aku memang udah kebayang-bayang empal asem yang segar dari kemaren. Kami makan dengan lahap, sambil mengira-ngira, apakah kami akan langsung pulang atau nggak. Mau pulang kok rasanya masih capek.

Karena aku masih pengen liat Batik Trusmi yang nggak jauh dari tempat makan, kami sepakat untuk menginap satu hari lagi di Cirebon. Toh Malik nggak keberatan. Walaupun nggak lama-lama, aku sempat mengunjungi salah satu toko dan beli beberapa potong batik.

Sepertinya, Cirebon memang bisa jadi pilihan menyenangkan untuk berakhir pekan kalau dari Jakarta. Sejak ada tol baru, jarak tempuhnya semakin dekat. Cirebon juga banyak menawarkan atraksi. Mau makan enak, ada empal gentong dan nasi jamblang yang terkenal. Mau belanja, ada pusat batik. Mau wisata sejarah, ada keraton dan Sunyaragi. Hotelnya pun terjangkau. Jadi terpikir lain kali pengen bawa orangtua kesini deh.

Karena mau menginap semalam lagi, aku jadinya cari-cari hotel lagi. Dari hasil browsing, aku menemukan hotel baru yang cukup menarik. Resort sih, lebih tepatnya. Namanya Desa Alamanis. Seusai belanja, kami langsung menuju lokasinya yang agak keluar kota.

Ternyataaaa, resort ini menyenangkan sekali! Di desain dengan nuansa kayu yang kuat plus lansekap yang hijau segar, begitu masuk terasa adeeeeemmm, kayak di desa beneran. Bahkan, resort ini mengelompokkan kamar-kamarnya dalam bentuk RT. Ada enam RT yang tersebar, dan dalam satu RT ada beberapa kamar.

Kami sendiri memilih kamar dengan jenis Panembahan yang lebih besar dari kamar standard. Lokasinya ada di RT 1, tak jauh dari lobby. Namun, jalannya adalah jalan setapak bertangga. Pegel juga kalau harus bawa barang berat. Dalam RT 1 ini, ada 6 kamar yang jadi seperti tetangga. Di depannya, ada teras besar yang dapat digunakan oleh seluruh penghuni RT.

Kamar kami sendiri ternyata lebih besar dari yang kami bayangkan, hahaha! Selain area kamar yang terdapat sofa dan TV, masih ada ruang kerja yang dipisahkan dengan gebyok, teras belakang dengan taman kecil untuk bersantai, serta kamar mandi super besar dilengkapi kolam kecil dan taman.

Malik yang tadinya ogah-ogahan di ajak ke hotel baru, tiba-tiba jadi semangat sekali. Dia bilang dia suka banget sama hotelnya. Kami juga sempat memesan makan malam dari restoran, yang rasanya cukup enak dengan harga cukup terjangkau pula! Bahkan setelah makan, si Bapak tepar tertidur, sementara anaknya masih banyak batre dan mainin ini itu sampai berantakan, hahah!

201707 crb5 201707 crb6 201707 crb7

Air mancurnya ngga ada dan kolamnya kering, tapiiii tetep seru main hide and seek 😀

201707 crb8

Duo Empal, keniqmatan yang HQQ.

201707 crb9

Ada yang keukeuh mau beli baju dan pilih sendiri bajunya. Ungu-orens bok! 

201707 alamanis01

Nyampe di Desa Alamanis Resort dan dikasi pemandangan ijo ijo beginiii… laaaf!

201707 alamanis13

Lobby-nya lucuk!

201707 alamanis12 Pulang dari sini, malik terobsesi sama mesin ketik 😀 

201707 alamanis17Si ibu, nggak bisa liat background bagus dikit ih!

201707 alamanis14

Beranda di depan kamar yang bisa dipakai berbarengan dengan kamar tetangga. 

201707 alamanis02

Kamar yang masih rapi sebelum diberantakin Malik. Luas yaaaa!

201707 alamanis15

Kamar mandinya juga gedeeee… pake kolam mini segala.

201707 alamanis16 Masih ada teras belakang kamar plus taman kecil di depannya. Beneran berasa rumah deh!

***

Day 7

Aku sengaja bangun pagi demi mengelilingi resort ini. Ternyata, kalau okupansi tamu nggak banyak, sarapannya diantar. Jadi, pagi-pagi di teras sudah ada ibu-ibu yang membawa rantang, termos dan segala rupa untuk sarapan. Karena Malik dan Bapaknya belum bangun, aku sarapan sendirian sambil ngobrol dengan ibu-ibu itu. Duh, berasa ngerumpi dengan tetangga! Sarapannya pun pakai pisang rebus segala, lucu!

Aku mengitari resort sambil motret-motret. Ketemu dan ngobrol sama tukang kebun yang lagi beresin tanaman. Duh, ngiler banget liat bunga-bunganya. Waktu kembali ke kamar, Malik sudah bangun dan mau berenang. Kami pun meminta sarapan diantar aja ke pinggir kolam. Wih, sarapan nasi bogananya enak!

Kami menghabiskan pagi dengan berenang di kolam. Walaupun airnya dingin, tapi Malik senang banget! Kayaknya pas banget deh resort ini jadi penutupan perjalanan kami.

Sebelum pulang, kami sempat makan siang di restoran Klapa Manis yang masih satu grup dengan resort. Letaknya pun hanya seratusan meter dari resort. Katanya, ini restoran dengan view terbaik di Cirebon. Kalau malam sepertinya bagus lihat lampu-lampu kota Cirebon dari restoran ini.

Ahhh… selesai juga akhirnya liburan singkat kami. meskipun ada diselingi kerja sedikit, tapi aku senang! Sampai liburan berikutnya ya!

201707 alamanis03

Sarapan di Desa Alamanis pakai rantang di antar ke kamar, lucu!

201707 alamanis04

Kiri – Salah satu sudut. Kanan – Ngurusin taman segini besar kelarnya lama deh kayaknya yaaaa

201707 alamanis05

Kamar-kamar di Desa Alamanis resort modelnya kayak rumah di kampung yang bertetangga.

201707 alamanis06

Eh, ada yang udah bangun dan nggak sabar pengen berenang!

201707 alamanis07 201707 alamanis08

201707 alamanis11 201707 alamanis10

Difotoin Malik :’)

***

RM Suka Sari – Jalan Raya Prupuk, Tegal.

Hotel Batika Cirebon – Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Kesambi Cirebon West Java, Indonesia Ph. +62 231 833 8000

Goa Sunyaragi – Sunyaragi, Kesambi, Cirebon

Empal Gentong H. Apud – Jl. Raya Ir. H. Djuanda No. 24, Battembat, Tengah Tani, Battembat, Tengah Tani, Cirebon, Jawa Barat 45153

Desa Alamanis Resort Villa – Jalan Cirebon Kuningan, Gronggong, Beber, Patapan, Beber, Cirebon, Jawa Barat 45172. Phone: (0231) 8800889

2 Responses

  1. Dita August 24th, 2017 at 10:49 pm

    Aku dari dulu pingin ke Cirebon tapi belum kesampaian. Ada kereta eksekutif juga kan ya dari Jakarta.
    Din, hotel Alamanis kayaknya asik banget ya. Ada wadah nasi ijo motif vintage 80-ies ih. Kapan tuh lagi iseng ngelamun tiba-tiba ada benda itu di benak gue 😀

  2. dindajou August 25th, 2017 at 6:30 am

    padahal cirebon tuh itungannya deket ya, malah belum pernah ihihih 😀 Iyah nih hotelnya lucuk dan menyenangkan. Aku berasa jackpot pas browsing2 dan ketemu ini, hihihi. Kalo rame2 nginep sini seru kayaknya, satu RT/compound gitu buat kita semua 😀

Any comment?