Roadtrip Life Is A Beach: Ujung Genteng!

Day 3

Kami sepakat untuk pergi ke Ujung Genteng yang letaknya di barat daya Sukabumi. Meskipun kami tidak tau banyak soal tempat ini, tapi katanya pantainya bagus pakai banget. Hanya saja, jalannya emang jelek. Dulu, waktu masih penganten baru (yaelah, udah lama amat, bu!) tetangga kami pernah cerita soal tempat ini. Seorang ponakan yang hobi jalan-jalan juga pernah kemari. Dan dari testimoni mereka, jalannya yang jelek setimpal lah sama pemandangannya.

 

Dari yang awalnya hanya sekedar jalan-jalan hore, mental kami harus di-set ulang saat memutuskan untuk pergi ke Ujung Genteng. Berbekal Google Map dan GPS mobil, kami mengambil jalan lewat Surade. Entah karena peta yang terlalu inisiatif cari jalan-jalan aneh, di awal-awal jalannya lumayan jelek. Banyak juga yang mulai dibagusin, tapi yang ada banyak pungutan sambil ngantri buka-tutup jalan karena hanya bisa lewat satu jalur.

 

Nggak cuma itu, jalannya juga belok-belok. BabyM sempat terbangun dan gelisah, ternyata dia muntah. Kasihan. Dia belum pernah begini, jadi kami memutuskan untuk berhenti di warung kecil di pinggir jalan. Sekalian makan siang. Untungnya BabyM langsung happy. Di warungnya ada tempat buat bakar sate dan dia malah main dengan sukacita 😀

 

Jalannya berangsur membaik dan pemandangan di kiri-kanan jalan juga lumayan bagus. Kami melewati barisan bambu, kebun teh dan hutan-hutan kecil. Google bilang, waktu tempuh sekitar 3 jam lebih. Tapi kami menghabiskan waktu sekitar 5 jam (diluar berhenti untuk makan dan sholat), untuk sampai di Ujung Genteng.

 

Kami tiba menjelang magrib di Turtle Beach Hotel, hotel yang dipesan saat dijalan. Kami hanya booking untuk satu malam. Sebab, malam berikutnya sudah masuk weekend dan mereka katanya fully booked. Kami juga masih tidak yakin, apakah mau stay lebih lama atau tidak. Kalau melihat daerah sekitar, sepertinya hotel yang letaknya di Pantai Pangumbahan ini adalah satu-satunya establishment yang punya akses langsung ke pinggir pantai. Tapi yaaa… ternyata pantainya banyak karang. BabyM yang sangat suka main pasir jadi kurang menikmati. “Kakinya sakit, buuu..” katanya sambil minta pakai sandal.

Tapi pelayanannya cukup oke. Kami disambut dengan baik dan welcome drink-nya enak sekali. Staf hotel memberitahukan bahwa biasanya pada jam 5 sore ada pelepasan anak penyu, sebuah kegiatan yang menjadi ‘high-lite’ liburan di Ujung Genteng. Karena kami telat, jadi mungkin bisa besok. Begitupun, kadang-kadang ada juga kegiatan melihat penyu bertelur, biasanya malam hari. Kalau kami mau, bisa dikabarin. Tapi karena kami sudah capek nyetir seharian, kami lebih memilih istirahat, dan makan malam saja di restoran hotel. NYAM!

 

day301 Sebelum jalan, bekel kue mochi khas Sukabumi dulu dong! Mmmm… enyak! Pengen juga? Bisa loh beli online di Pesona Nusantara cobain deh

day302 Banyak kaliiii pungutannya 🙁

day303“Bakar sateeeeee….” lalu lupa sama episode muntah di mobil sebelumnya 😀

day305Terus pas berhenti lagi buat sholat, dia ngeliat bedug dan hepi sendiri. Itu pukulan bedug dijadikan mic, trus dia nyanyi-nyanyi gak jelas dengan sekuat tenaga, hahaha

day304 Wiiiii… pemandangannya bagus yaaaa 🙂

day306 After sunset di Turtle Beach Hotel, Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng. Cantik 🙂

day307Enaaakk!

 

***

 

PS: Itinerari perjalanan 12 hari Roadtrip Life is A Beach:

Rumah Cibubur – Sukabumi (2 hari) – Ujung Genteng (4 hari) – Sawarna (2 hari) – Ujung Kulon (3 hari) – Tanjung Lesung – Rumah Cibubur.

Day 1: Rumah – Sukabumi | Day 2: Selabintana, Sukabumi | Day 3: Sukabumi – Ujung Genteng | Day 4: Pantai Tenda Biru dan melepaskan tukik di Pangumbahan, Ujung Genteng | Day 5: Pantai Ombak Tujuh, Batu keris dan Cibuaya, Ujung Genteng | Day 6 : Amandaratu, Ujung Genteng | Day 7: Lima pantai di SawarnaDay 8: Perjalanan, Sawarna – Ujung Kulon | Day 9: Pulau Peucang, Ujung Kulon | Day 10: Cidaon, Ujung Kulon | Day 11: Karang Copong, Ujung Kulon | Day 12: Tanjung Lesung dan pulang…

Any comment?