Liburan!

Terakhir kami pergi liburan adalah tujuh bulan lalu, waktu masih hamil trimester ke dua. Itupun liburan ‘seadanya’: naik mobil tanpa tujuan, tanpa persiapan, tiba-tiba udah di Garut aja. Jadi kali ini, kami ingin liburan yang lebih terencana. Ini adalah liburan pertama sejak punya Baby M, sekaligus liburan perayaan (belated) ulang tahun perkawinan  Maret lalu.

Awalnya kami ingin ke laut, biar bisa sekalian diving. Tapi rasanya kok terlalu ambisius. Yang kami butuhkan adalah liburan santai, bukan full aktivitas seperti biasanya. Apalagi ini liburan dengan bayi. Masih tiga bulan pula. Kami harus benar-benar mempertimbangkan kondisi dan rutinitasnya. Bisa liat pemandangan berbeda dan menghirup udara bersih aja udah senang. Lokasinya juga jangan terlalu jauh. Ini kali pertama Baby M naik pesawat, setidaknya latihan dulu.

Pilihan akhirnya jatuh pada sebuah resort di Magelang, MesaStila (dulunya bernama Losari Plantation). Si abang sudah cukup lama “mengincar” liburan di resort yang dikelilingi kebun kopi ini. Secara garis besar, kriterianya cocok seperti yang kami mau. Lokasinya tidak terlalu jauh. Hanya satu jam naik pesawat ke Semarang, lalu 1,5 jam naik mobil dari arport ke lokasi. Dari website-nya, pemandangannya terlihat bagus dan suasananya tenang.

Meski begitu, aku agak khawatir. Walau banyak in-house activities-nya, ini adalah wellness resort yang “menjual” kegiatan semacam yoga retreat yang damai dan tenang. Mau bawa bayi, boleh nggak ya? Selain khawatir mengganggu tamu lain, aku juga tidak yakin apakah tempat ini cukup baby-friendly. Daripada menyesal kemudian tiada berguna, aku akhirnya menelepon reservasi untuk bertanya macam-macam. Syukurlah ternyata mereka menerima bayi dan kami bukan yang pertama. Baiklah kalau begitu. Magelang, kami datang!

Kami berangkat dari Jakarta dengan pesawat jam 5.40 pagi dan tiba jam 6.40 di Semarang (cerita soal drama perjalanannya nanti aja ditulis lain kali, ahahahah!) Driver dari hotel sudah menanti saat kami keluar. Perjalanan menuju  resort memakan waktu sekitar 1,5 jam dari airport, melewati tol Bawen yang baru dibuka dua minggu sebelumnya, yang rasanya mirip tol padalarang. Asyiknya di mobil sudah disediakan refreshment. Ada handuk dingin, air mineral, cookies dan kacang. Sedap.

Begitu tiba di resort, suasana liburannya langsung terasa. Sementara kamar di siapkan, kami leyeh-leyeh di club house sambil menikmati welcoming drink, jamu kunyit asem dingin yang segar. Club house ini dulunya adalah rumah sang juragan pemilik kebun kopi. Sekarang, disulap menjadi tempat bersantai yang asyik. Ada perpustakaan juga sofa-sofa besar. Baby M yang sudah agak rewel pengen nenen langsung direbahin di salah satu day-bed besar yang empuk. Nenenin sambil melihat pemandangan pohon, semilir angin sepoi dan udara sejuk itu sesuatu banget yaaaaa….

 

mesa15

Di Club House

 

Kami mendapat kamar nggak jauh dari club house. Setiap kamar di resort ini modelnya seperti villa yang terbuat dari joglo, dilengkapi dengan furnitur kayu antik. Dan yang paling penting, letak setiap villanya berjauhan! Kalau Baby M rewel, setidaknya kami nggak khawatir dilempar yoga mat sama tamu lain :D. Villa yang kami tempati bernama Andong. Villa ini mempunyai balkon luas dengan pemandangan hutan. Cahaya juga melimpah dari pintu kaca yang membatasi kamar dan balkon. Di dalamnya ada day-bed, meja makan dan sofa untuk menonton TV. Rasanya jadi seperti di rumah 😀

 

mesa01

Di depan kamar Andong

 

mesa02

The King 😀

 

mesa03

Interior Kamar Andong

 

mesa04

Balkon

 

mesa05

Di malam terakhir kami pindah kamar ke Villa Sindoro. Si abang keukeuh pengen kamar yang “kayak di internet” -.-“

 

mesa06

Tapi kamar mandi villa ini lebih lucu sih 😀

 

Selama menginap, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Ada Yoga, coffee plantation walk, melihat pembuatan jamu, berbagai macam olahraga, power walk, latihan pencak silat, menari jawa, gamelan, membuat janur atau membatik, semua gratis. Ada juga aktivitas seperti spa, tur wisata, dan special program lain, tapi itu di charge berbeda.

Kami menginap 4 hari 3 malam di sini. Dari rumah, rencananya aku pengen punya me-time dengan ber-spa ria. Tapi pada pada hari ke-dua, aku sempat berjalan pagi sendirian sementara Abang dan Baby M masih tidur. Menenteng kamera dan handphone, aku mengitari resort sambil menikmati matahari. Astagaaa… aku udah lupa rasanya jalan kesana-kemari, motret, nggak mikirin apapun. Bertemu dengan para staf dan penduduk local yang dipekerjakan disitu, ngobrol dengan mereka, aaahhh… menyenangkan. Apalagi ditutup dengan sarapan yang damai tentram tanpa harus buru-buru. Benar-benar me-time yang efektif me-recharge diri. Spa doang mah lewat!

 

mesa08

Me-time! Jalan pagi keliling resort. Kanan: Gedung reception hotel.

 

mesa09

Kiri: Jalan setapak di depan kamar. Kanan: Pak Basuki, penduduk lokal yang mengambil aren di area hotel. Aku bilang, “Wah, nama Bapak Basuki? Di Jakarta terkenal loh. Wakil Gubernur Ahok kan namanya Basuki!” terus dia ketawa-ketawa 😀

 

mesa10

Kolam renang di area restoran, Menghadap gunung Andong dan Sindoro

 

mesa11

Setelah puas jalan-jalan dan mau bangunin anak-suami, eehh.. taunya mereka udah bangun dan udah jalan-jalan juga. Aww…

 

Si abang malah sempat ikut yoga dan latihan pencak silat. Kami juga ikut tur kebun kopi yang dipandu oleh salah seorang staf. Tapi setelahnya, kami jalan-jalan aja sendiri. Dengan menggendong Baby M, kami mengitari resort, melihat kuda, kolam ikan, juga kebun sayur organik yang bikin ngiler! Menjelang sore hingga malam, biasanya kami leyeh-leyeh di kamar aja, supaya Baby M bisa istirahat.

Karena tidak kemana-mana, kami mengandalkan makanan di hotel. Terbiasa dengan liburan dengan makanan melimpah dan pesta kuliner, jadinya agak kurang maksimal 😀 Untuk sarapan, hanya ada mini buffet, walau bisa pesan makanan lain yang agak berat. Mungkin karena tamunya hanya sedikit ya. Selain kami, hanya ada tiga orang lain, hahahah! Makan siang dan malam juga di hotel, bahkan lebih banyak pesan ke kamar supaya lebih santai. Makanannya cantik ala fine dining, dan diklaim sehat, terbuat dari bahan organik yang sebagian besar ditanam di resort itu. Rasanya? Enaaaaaakkk! Yang nggak enak hanya waktu nerima bill aja. Mahal bok. Ahahahah!

 

mesa12

Coffee Plantation Tour

 

mesa13

Jalan-jalan mengitari resort. Ada kebun organiknya 🙂

 

mesa14

Ada kuda jugaaaa…

 

Tapi bukan liburan namanya kalau semuanya sempurna. Ada juga “kekurangan”, meski hanya sedikit. Misalnya, upholstery yang (menurutku) agak kurang steril untuk bayi (tapi kami selalu membawa kain untuk alas sih kemana-mana, jadi it’s okay. Plus, ibu-ibu kayaknya emang khawatir berlebihan deh soal steril-sterilan ini, jadi yah, maklum aja), internet yang mati-mati ayam (yah, mereka memang tidak meng-encourage tamu buat internetan, sih ya), tidak boleh ada aktivitas apapun setelah jam 10 malam karena waktunya istirahat (kami sih nggak masalah, jam 7 aja udah nggak keluar-keluar lagi. Cuma agak kaget aja ada “jam malam”), daaann… sempat mati lampu waktu terbangun jam 2 dini hari. Untungnya sih staf-nya sigap. Jadi nggak lama, paling hanya 10 menitan.

Yang paling penting, Baby M terlihat menikmati suasana baru. Dia melihat-lihat semuanya dengan antusias. Aku dan abang juga sangat menikmati liburan kali ini. Secara keseluruhan, ini menyenangkan! Liburan pertama Baby M, sakseeiiiissss!

 

mesa16

Happy baby, happy mommy!

***

 

Ps: Aku belum berani untuk buat “tips”, karena belum teruji betul. Tapi ini adalah beberapa hal yang cukup membantu kelancaran liburan dengan bayi (Baby M umurnya 3 bulan). Mudah-mudahan membantu.

  • Periksakan bayi ke dokter 3-7 hari sebelum liburan, terutama jika ingin naik pesawat. Kalau dokter bilang jangan, mendingan ditunda dulu.
  • Pastikan hotel tempat menginap baby-friendly. Ada banyak hotel yang tidak menerima bayi atau balita.
  • selalu bawa kain alas untuk meletakkan bayi (aku menggunakan kain bedong)
  • Bawa medical kit seperlunya. Untuk bayi, aku membawa breathy (tetes hidung) dan penyedot ingus, thermometer, lotion anti nyamuk, krim khusus untuk segala luka, lecet, rash, dll.
  • Sesuaikan baju untuk daerah yang dituju. Aku membawa lebih banyak baju tangan panjang untuk Baby M, lebih seba guna. Bisa untuk cuaca dingin, untuk tidur, melindungi dari nyamuk, juga matahari. Kalau cuaca mendadak gerah, lengannya bisa digulung. Jaket, kaus kaki, dan topi juga wajib dibawa.
  • Aku membawa pospak dengan perhitungan tidak usah membeli lagi.
  • Kami memutuskan untuk tidak membawa stroller dan hanya membawa carrier. Keputusan ini sangat tergantung dengan medan yang ditempuh selama liburan.
  • Dan yang paling penting, Jangan stress, jangan terlalu ambisius. Santai aja, nikmati semuanya. Kalau liburannya nggak maksimal, ya nggak apa-apa. Liburan dengan bayi tentu berbeda dengan liburan sendiri.

Selamat liburan yaaaa…

2 Responses

  1. RIESKA May 13th, 2014 at 5:39 pm

    Tiap liat foto di artikel ini pengen klik tombol like, eh tapi engga ada LOL.
    Keren ih tempat liburannya, mau dong infonya Dindaaa…

    Salam buat abang dan Baby M ya, happy anniversary juga!

  2. dindajou May 22nd, 2014 at 9:25 am

    hahaha riskaaa! Makasih yaaaaa :-*
    Info hotelnya bisa klik di link http://www.mesahotelsandresorts.com/mesastila/
    disitu lengkap kok, dari lokasi sampe aktivitasnya.

Any comment?