Java RockinTrip: Day 4 – Ngubek Semarang

Tadinya kita berencana mau ke Ambarawa, liat museum kereta api dan Salatiga nengokin temen gitu. Tapi kok rasanya terlalu ambisius. Apalagi Semarang punya begitu banyak sekali atraksi. Akhirnya kami memutuskan untuk ngubek-ngubek Semarang aja. Setelah check out pagi-pagi, kami menuju gedung Lawang Sewu yang cuma sekali koprol dari hotel.

I love love love old buildings! Tour de Lawang Sewu ini teramat sangat menyenangkan. Sayang, bagian utamanya belum dibuka untuk publik setelah direnovasi (Tunggu dibuka secara resmi oleh Ibu Ani bulan Juni, kata guidenya). Alhasil, kami ga bisa liat kaca warna-warni nan bagus itu dan cuma bisa ke gedung sebelahnya.

Tapi itupun membuat kami lupa waktu saking senangnya. Kami ikut tur bawah tanah. Tempat ini awalnya berfungsi untuk mendinginkan gedung, karena air hujan dialirkan kebawah sini. Tapi pas zaman Jepang, bagian bawah tanah ini dijadikan penjara berdiri dan penjara jongkok. Oh, kalian tak akan mau tau apa itu penjara berdiri dan jongkok. Ngebayanginnya aja horror. Terlalu kejam. Titik.

Ga terasa, kami ngabisin setengah hari di Lawang Sewu. Selepas dari situ, kami berkeliling ke kota tua. Kabarnya, ini adalah pilot project revitalisasi kota tua di Indonesia. oh. Aku. Sangat. Suka! Banyak gedung-gedung cantik peninggalan Belanda.

Semarang tentunya tak lengkap tanpa Klenteng Sam Poo Kong. Ditengah sengatan tujuh matahari (saking panasnya), kami muter-muter klenteng yang bagus banget itu. Relief di dinding belakangnya tentang kisah perjalanan Sam Poo Kong membuat terkagum-kagum. Detail banget!

Perhentian terakhir adalah Masjid Agung Jawa Tengah yang gambarnya sempat aku liat di kalender-kalender gitu, dan bikin penasaran. Kami kesana sekalian Ashar dan masjidnya lumayan bagus. Kami bahkan naik ke atas menara untuk ngeliat Semarang dari atas.

Sebenernya masih banyak tempat yang pengen didatangi. Tapi, waktu tak memungkinkan. Pastinya, lain kali harus kemari lagi!

Bye for now Semarang…! Cuusss… kami meluncur ke Kudus…


Gedung utama Lawang Sewu yang sudah direnovasi tapi belum dibuka untuk umum. Dulunya ini kantor Perusahaan Kereta Api. Sekarang pun masih merupakan aset PT KA.


Takjub liat Semaoen dipajang dan diakui sebagai orang yang berjasa untuk perkembangan kereta. Pretty progressive, eh?


Of course… the beautiful doors..


more doors..


Ini namanya lorong tanpa cahaya. Kalo malem, bener-bener gelap gulita. Coba deh coba tur tengah malemnya, dan coba melintasi lorong ini sendiri. Berani? Aku sih nggak! 😀


Yang sebelah kanan itu urinoir jaman belanda loh! Masih asli 😀


Tur bawah tanah. Bawa senter dan harus pake boot plastik! (JANGAN jauh-jauh dari aku ya suamikuuuu..)


Kawasan kota tua, salah satu gereja..


Run-down building… just lovely…


Klenteng Sam Poo Kong


oh, relief-nya baguuuussss…


detail kelenteng


Masjid Agung Jawa Tengah. Itu tower-tower di depannya bukan sekedar tower loh. Tapi PAYUNG, yang bisa kebuka untuk menutupi jamaah yang sholat diluar kalo hari panas/hujan.


Masjid dilihat dari menara


Bisa pake teropong, pake koin limaratusan.


Kami kan sudah kawin, tak apa-apa yaaaa pose begini di menara masjid 😛

… bersambung ke cerita Kudus…

2 Responses

  1. Juminten May 6th, 2011 at 2:36 pm

    hihihi… aku jg pernah posting tentang Lawang Sewu di blogku. seru ya? XD

    btw, aku belum pernah ke Mesjid Agung itu. TT__TT Padahal udah berkali2 ke Semarang karena sodara kembarku tinggal di sana semenjak nikah. 😛

  2. Dita May 7th, 2011 at 2:25 pm

    Apakah mampir ke toko Oen? Makan eskrim dan liat mesin hitung jadul?
    semarang menyenangkan yaaa…

Any comment?