I’m Fine.

Butuh banyak waktu hingga akhirnya aku bisa mengatakan ini: Aku tidak (lagi) hamil. Tak sampai dua bulan bertahan, titik kecil dalam perutku itu luruh…
Sekarang, aku baik-baik saja. Aku tidak lagi menangis. Sebagian mungkin karena aku akhirnya memutuskan untuk mengabarkannya kepada orang-orang terdekat. Yang kutahu, mengulang-ulang cerita – lagi dan lagi dan lagi – membuatku merasa terkuras, dan kemudian hampa. Setidaknya itu lebih bagus daripada sedih berkepanjangan. 
Sebagian lagi mungkin karena abang sudah pulang, sehingga aku tak perlu sendirian. Sisanya mungkin karena orang-orang terdekatku masih terus mendoakan. Seperti Bunda yang tak pernah alpa mengirimkan sms setiap pagi.
Empat dokter sudah kutemui. Dua spesialis kandungan dan dua spesialis darah. Beberapa kali darahku diambil, demi tes-tes yang kian lama kian spesifik. Katanya, ada sesuatu yang kurang dalam darahku, dan ada masalah dengan system kekebalan tubuhku. 
Meski apa yang diucapkan dokter agak menakutkan, tapi entah mengapa, aku lebih ingin percaya bahwa aku baik-baik saja. Bahwa badanku baik-baik saja. Dan ini hanya masalah waktu dan rezeki. Mengamini ucapan mama yang bilang bahwa ini semata hanya menstruasi yang terlambat datang. Dan tidak ada yang perlu dipikirkan. 
Jadi, aku hanya akan menepis debu-debu di sekujur badan. Menarik napas panjang. Mendongakkan kepala. Dan kembali ke lintasan. Seperti yang sudah aku bilang, aku akan mencoba lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi, dan lagi…

Join the Conversation

4 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *