Finding Iphone

Handphone-ku hilang Selasa lalu. Walaupun sebagian besar data tersimpan di icould, tapi foto-fotonya tidak. Semua foto sejak awal tahun 2018 masih di dalam, dan belum aku backup. Namun, dengan segala keajaiban, akhirnya handphonenya bisa ketemu lagi! Jadi begini ceritanya (agak panjang nih, biar mirip cerita detektif :D)

Temanku, Galuh dan anaknya Daya sedang menginap di rumah. Rencananya, kami akan merayakan Ulang tahun Daya pada hari Pilkada lalu. Sederhana saja, dengan Malik dan teman-temannya di komplek. Tapi, Daya sudah minta kuenya special, dengan karakter Hansel dan Gretel. Jadilah Galuh heboh mencari bakery yang bisa membuatkan sejak jauh-jauh hari, dan ketemunya di Serpong.

Sehari sebelum acara, kami berempat nyetir ke Serpong untuk menjemput kue. Karena dekat banget dari IKEA, setelah mengambil kue kami melipir kesana. Makan, dan liat-liat furniture (yah, beli printilan juga sih akhirnya ahahah!). Aku masih sempat memotret anak-anak di area gudang IKEA dengan handphone-ku, sebelum kami membayar belanjaan. Saat selesai sekitar jam 5 sore, ternyata di luar hujan deras. Jadilah Galuh dan anak-anak menunggu di pintu, sementara aku mengambil mobil yang terparkir jauh di luar, di bagian yang tidak ada atap.

Aku lari-lari menembus hujan menuju mobil, lalu langsung menjemput Galuh dan anak-anak di pintu dan kami langsung mengarah pulang. Di tengah jalan, aku meminta Galuh mencarikan handphoneku di tas. Tapi nggak ketemu. Udah mulai deg-degan, tapi masih berharap nyelip-nyelip di bawah kursi. Mau langsung log in ke icloud tidak bisa, karena handphone Galuh Android. Aku minta tolong Galuh untuk me-whatsapp si Abang karena dia tau password icloud-ku. Tapi abang sedang kerja dan pesannya tidak terbaca. Alhasil kami harus sabar menunggu sampai rumah untuk ngecek dari macbook.

Saat tiba di rumah, aku langsung login icloud dan ngecek Find My Iphone. Terlihat handphone-ku berada di daerah Cinere! Waktu menunjukkan jam 7 malam dan langsung aku lock menggunakan Lost Mode. Dengan Lost Mode, aku juga mengirimkan pesan ke handphone itu untuk menghubungi nomor Galuh, sambil kami terus menerus berusaha menelepon, yang tidak diangkat-angkat juga.

Anehnya, dari Cinere, handphone itu terus bergerak ke Selatan hingga berhenti di daerah Parung, Bogor sekitar jam 9 malam. Kalau HP itu hilang di IKEA, ia sudah menempuh jarak hampir 60km! Aku masih terus berusaha menelepon sampai akhirnya handphone itu offline menjelang jam 11 malam.

20180629 IMG_6411

20180629 IMG_6449a

Beberapa foto terakhir sebelum handphone-nya hilang 🙁

Besoknya, hari Rabu adalah hari Pilkada, dan juga acara ulang tahun Daya. Jadi, tidak mungkin juga untuk keluar rumah. Apalagi lokasinya juga sekitar 60km dari rumahku. Jadilah hari itu aku hanya sempat keluar ke mall yang tak terlalu jauh dari rumah di sore hari, membeli handphone baru dan mengganti kartu di Grapari. Alhamdulillah prosesnya cepat, sebab Malik aku tinggal di rumah dengan Galuh.

Hari Kamisnya, aku berencana pergi ke lokasi handphone tersebut (yang juga masih offline). Awalnya Galuh berencana untuk kembali ke Bandung bersama suaminya. Tapi, dengan baiknya mereka mengantar aku ke lokasi, karena takut juga pergi sendirian dengan kondisi seperti itu. Kamipun jalan sekitar jam setengah dua siang.

Lokasinya ternyata berada di daerah perkampungan, dibelakang sebuah kompleks besar di daerah Parung. Jalan masuknya masih tanah, dan hanya muat satu mobil. Akhirnya aku parkir di jalan besarnya, menumpang di depan toko air minum, sambil tanya-tanya sama pekerjanya.

Sementara Malik dan Daya dijaga suami Galuh, aku dan dan Galuh menyusuri jalan kecil itu, menjumpai orang-orang yang sedang berada di luar rumah. Yah, namanya juga mantan wartawan, masih ada lah skill dan keberanian buat nanya-nanya orang asing dan menjelaskan maksud dengan bahasa sesederhana mungkin.

20180629 IMG_0047

Jalan masuk ke lokasi terakhir handphone terlihat

Awalnya, kami mendapatkan tatapan curiga penuh prasangka. Kami sempat berhenti di sebuah warung dan menjelaskan kepada mbak penjaga warung. Tak lama, beberapa orang datang ke warung dan aku kembali menjelaskan panjang lebar. Yang awalnya curiga, sepertinya berubah jadi kasian melihat kami. “Wah, rumah mbaknya di Cibubur? Jauh amat!”, “Jadi jauh-jauh kemari nyari henponnya?”, “Kok tau henponnya ada disini?”. Dan beberapa pertanyaan lain seputar itu. Begitupun, taka da yang tau. Aku lalu memberikan nomer kontakku dan berpesan akan ada imbalan, siapa tau besok-besok gossip telah beredar di kampung itu dan aku dapat informasi.

Kami meneruskan pencarian. Beberapa meter dari warung itu, ada sebuah warung jajanan anak yang lebih kecil yang letaknya di halaman sebuah rumah. Ada seorang bapak sedang bakar sampah di depannya dan aku bertanya padanya. Dia menjawab tidak tau menahu. Tapi ditengah percakapan, seorang mbak-mbak (mungkin usia kuliah gitu) mendekati dan bertanya, “Handphone Iphone ya? Warnanya putih gitu?” lalu ia menunjukkan sebuah foto di handphone-nya: ITU FOTO HANDPHONEKU!!!!

“Bapak saya ketemu handphonenya, tapi baterenya habis. Dan nggak ada charger yang cocok. Jadinya nggak bisa telepon. Tadinya mau beli charger, tapi nggak ketemu.” Ia menjelaskan. Lalu, ibunya si Mbak – yang ternyata adalah empunya warung kecil itu – keluar dari rumah. “Wah, handphonenya dibawa Bapak. Saya cari di lemari nggak ada,” katanya.

Si Mbak berusaha menelepon Bapaknya, menggunakan handphoneku, tapi nggak diangkat. “Bapak baru pulang malam. Nanti kemari aja lagi, atau besok pagi,” katanya sambil kami bertukar nomor dan berjanji untuk saling mengabari.

Akupun pergi. Kami lalu makan tak jauh dari situ. Tapi ternyata, saat makanan baru datang, si Bapak mengabari bahwa ia sudah di jalan pulang! Akhirnya aku berpisah dengan Galuh yang akan langsung pulang ke Bandung, dan balik lagi ke lokasi rumahnya berdua dengan Malik.

Setibanya di sana, si Bapak sudah menunggu dan ia mengembalikan handphoneku. Ternyata si bapak adalah driver dan dia sedang mengantar bosnya ke IKEA. “Saya ketemu handphonenya di parkiran, basah-basah kehujanan,” katanya. “Saya lihat kok, ibu lari-lari masuk mobil, karena saya parkirnya di ujung. Tapi waktu itu belum tau ada handphone jatuh. Pas saya mau jalan, baru saya lihat ada handphone jatuh. Saya ambil lalu saya taro di belakang mobil. Soalnya nggak enak juga teleponan sambil bawa bos saya,” jelasnya panjang lebar. Yang terjadi kemudian adalah handphonenya habis batre dan mereka tak punya charger, persis seperti yang dikatakan anaknya sebelumnya.

Dengan bahagia aku memberikan imbalan untuknya, dan lalu pamit pulang sebelum hari gelap, menempuh 60 km lagi untuk sampai ke rumah. Alhamdulillah, handphone dan semua foto-foto yang ada di dalamnya kembali lagi.

 

Processed with VSCO with f2 preset

Sebenernya ini kali ketiga aku kehilangan handphone. Dua sebelumnya dengan handphone lama. Dan ajaibnya, semuanya kembali. Yang pertama terjadi saat aku dan abang mengunjungi rumah kami yang sedang di renovasi. Sepertinya memang ada orang yang berniat mengambil dan menyembunyikannya di tempat yang tak terduga dalam rumah. Tapi, alhamdulillah, ditemukan oleh si abang.

Yang kedua juga kasusnya mirip dengan ini. Hanya saja saat itu aku sedang di Medan, dan lokasinya tak jauh dari rumah papa. Kejadiannya juga saat hujan, dan handphone jatuh saat buka pintu mobil dan ditemukan oleh anak-anak yang sedang mandi hujan. Aku dan papa sempat menyusuri rumah dalam gang-gang. Si anak tak menjawab panggilan karena takut dimarahi, katanya.

I think i’m one lucky girl. And God loves me that much :’) Lalu toyor kepala sendiri dan berjanji (lagi!) untuk nggak ceroboh.

Kalian pernah kehilangan handphone dan kembali?

4 Responses

  1. Guster Sihombing June 29th, 2018 at 1:51 pm

    whoaaaaa, ya kakak emang lucky girl! sampe 3 kali buktinya :’)

  2. dindajou June 29th, 2018 at 3:00 pm

    @guster: iyah :’) kayaknya kalo ilang sekali lagi dikasih piring cantik sama Tuhan 😀

  3. mariskova July 1st, 2018 at 12:53 am

    Suamiku baru ingat hpnya ketinggalan setelah 30an menit; hpnya balik. Aku ingat ketinggaln setelah 5 menit; hp gak balik.
    Pesan moralnya kalau jatah luck tiap orang beda-beda 🙂

  4. dindajou July 2nd, 2018 at 11:14 am

    @mbak mariskova: bener sih ini 🙂

Any comment?