Delapan Bertahan

Tahun yang melelahkan, bukan begitu, sayang?

Kupikir kita telah melewati semuanya dan bisa bebas lenggang kangkung sesukanya. Tapi hidup memang selalu tak terduga. Pernikahan ternyata semakin tak mudah. Kerikil-kerikil kadang membuat kaki terluka dan tenaga terkuras untuk meminggirkan batu besar yang menghadang ditengah.

Begitupun, bahagia kini menjadi kian sederhana. Sesederhana punya waktu untuk saling memeluk sambil bertatapan dalam diam. Sesederhana membicarakan hal-hal tak penting yang mengundang tawa berkepanjangan. Atau jalan berdua saja sambil bergandengan tangan.

Pernikahan tahun ke delapan, dan kita masih bertahan. Sewindu, dan kita masih bersatu. Semoga kita selalu diberikan banyak kesabaran, banyak kekuatan, untuk terus berjalan.

Aku mencintaimu, suamiku.

 

8th

2 Responses

  1. Nilla March 25th, 2015 at 10:24 am

    Aaaaakk… Sweet. 😀
    8 tahun. Salut, mbak. ^^
    Semoga terus langgeng sampai kapanpun jg, yaa… :-*

  2. dindajou March 26th, 2015 at 10:31 pm

    Amiiinnn. Makasih yaaaa :-*

Any comment?