BabyM’s Food Adventure: Persiapan BLW

Soal BLW (Baby-Led Weaning) ada di postingan sebelumnya di sini

 

Karena memang inti dari BLW adalah ‘nggak repot’, aku nggak banyak beli peralatan. Untungnya, pas lahiran BabyM dapet hadiah satu set alat makan merk Pige*n. Ada piring, mangkuk, gelas sippy cup, dan sendok. Untuk masak-memasak aku hanya beli telenan aja.

 

Setelah itu, muncul pertanyaan selanjutnya: mau pakai high chair atau tidak? Kalau tidak pakai high chair, anaknya dipangku aja sambil makan. Setelah menimbang-nimbang, kami akhirnya memutuskan untuk pakai high chair. Soalnya, seringnya aku hanya sendirian di rumah. Jadi kalau anaknya harus ditinggal sebentar – misalnya mau ambil sesuatu di dapur – nggak terlalu repot.

 

Oke, lantas high chair yang bagaimana? Yang empuk dan nyaman? Yang nantinya bisa dipakai jadi meja belajar? Yang ringkes kayak di restoran? Atau yang portable, gampang dibawa-bawa? Tentunya lain keluarga lain kebutuhannya.

 

Kalau kami, kriterianya adalah: gampang dibersihkan (karena seringnya sendirian) dan tidak memakan tempat (rumahnya imut-imut!). Setelah membandingkan, akhirnya kami pilih yang ringkes kayak di restoran. Kami membelinya di Inf*rma, dengan harga tiga ratus ribu saja. Setelah dipakai, Alhamdulillah sesuai dengan yang diharapkan. Karena tidak pakai penutup busa, high chair ini terlihat ramping. Selain itu, membersihkannya juga gampang. Tinggal dicuci dengan sabun cuci piring dan disiram air. Atau, kalau sedang tidak terlalu berantakan, bisa dilap aja.

 

Oh iya, aku menggunakan sabun pencuci piring khusus untuk peralatan bayi dengan merk P*re. Sebelumnya, sabun ini digunakan untuk mencuci botol-botol ASI perahan. Sekarang juga dipakai untuk mencuci peralatan makan, dan high chair. Spons untuk mencuci printilan bayi ini juga aku bedakan dengan spons cuci piring, dan disimpan di wadah yang terpisah.

 

Setelah memulai BLW, ternyata aku menemukan bahwa alas makan sangat diperlukan. Alas makan ini harus cukup besar dan diletakkan dibawah high chair sehingga kalau makanan jatuh, masih bisa diambil lagi, hahah! Karena anaknya masih belajar, urusan makanan jatuh ini PASTI terjadi. Selain untuk menampung makanan jatuh agar masih bisa diberi lagi, ini juga memudahkan dalam membersihkan. Aku sudah mencoba berbagai bentuk alas ini: dari plastik, koran, hingga kain. Semua punya kelebihan dan kekurangan. Tapi akhirnya kami memakai plastik saja. Dicuci sekalian dengan high chair.

 

Sebagai pelengkap, aku memakai tisu basah antiseptik Dett*l untuk mengelap high chair, meja makan dan plastik alas sebelum acara makan dimulai. Ruang makan kami yang semi out-door membuat aku lebih hati-hati aja. Tisu ini juga berguna jika hendak makan di restoran. High chair dan meja restoran biasanya juga aku lap dulu.

 

Jadi kesimpulannya, printilan makan punyaku adalah:

–        peralatan makan (piring, mangkok, gelas, sendok)

–        high chair

–        telenan 2 buah

–        Sabun cuci piring bayi

–        Spons

–        Alas makan dari karpet plastik, sekitar 1mx1m

–        Tisu basah antiseptik.

 

Ready, get set, GO!

 

blw01

Siap di jajal!

 

blw02

Ini adalah bentuk high chair dan karpet plastik dibawahnya.

 

blw03

Peralatan makan dan pencucinya.

Any comment?