Akikah, Aceh-Style

Seminggu setelah liburan kemarin, kami terbang lagi. Kali ini tujuannya adalah ke Aceh, untuk ketemu Nyaksyik, neneknya Baby M yang belum pernah lihat sejak lahir. Juga, sekalian mau akikah di kampung dan mengenalkan Baby M ke keluarga besar.

Kami terbang pada hari Minggu lalu. Dua jam setengah di pesawat dari Jakarta ke Banda Aceh, kali ini Baby M sangatlah anteng. Dia tidur hampir sepanjang perjalanan. Kami menginap dua malam di Banda Aceh, berkeliling kota mengunjungi beberapa saudara sekaligus mengundang mereka untuk datang ke kenduri akikah yang bakal dibuat di Sigli.

Selesai urusan di Banda Aceh, kami naik mobil ke Sigli. Perjalanan santai memakan waktu 3 jam, Baby M juga anteng. Karena nggak ada carseat, Baby M aku tidurin di jok. Agak bahaya sih, tapi ya sudah lah ya. Dia tidur nyenyak dan terus dijagain kok sepanjang jalan.

Setibanya di Sigli, Baby M langsung jadi selebritis 😀 Sejak dari rumah, aku dan abang memang sudah “menguatkan” hati. Kebiasaan di Jakarta dan di kampung pastinya beda. Kami sudah siap dengan situasi “ekstrem” dan berusaha untuk santai. Jadi saat Baby M dicium-cium dan diambil dari gendonganku tanpa permisi, tanpa cuci tangan pula, yah… direlakan saja, hahahaha! Mudah-mudahan jadi kebal kuman 😀

Begitu masuk rumah, Baby M diberi gula. Ini sepertinya tradisi di Sumatra bagi bayi-bayi yang masuk sebuah rumah untuk pertama kali. Katanya biar “manis” dan murah rejeki. Tradisi ini udah nggak bikin kaget. Soalnya, kagetnya sudah terjadi saat Baby M pulang dari rumah sakit dan masuk rumah pertama kali. Nenek, alias mamaku, udah kasih gula aja 😀 Setelahnya juga ada beberapa kali. Jadi udah tau lah. Yang buat kaget adalah saat berkunjung ke salah satu kerabat. Kalau di tempat lain, gulanya hanya dirasain sekedar doang, nah disitu gula sampe dijejelin dan tumpah sampe leher dan bajunya. Yaaahhh… cuma bisa mesem-mesem doang jugaaaaa….

Selain diberi gula, Baby M juga di-peusijuk oleh Nyaksyik. Dalam bahasa Aceh, “sijuk” artinya dingin. Jadi, peusijuk artinya didinginkan. Caranya dengan memercikkan air yang sudah diberi bunga-bunga dan wangi-wangian, sambil di doakan. Seperti pemberkatan gitu deh.
aki01a

Di-peusijuk sama Nyaksyik

 

Akikahnya sendiri dilaksanakan hari Kamis, 15 Mei pas libur Waisak, bertepatan dengan hari lahir Kakak Raisa. Sebelum acaranya dimulai, kedua kambing akikahnya di-peusijuk juga, untuk kemudian di potong-potong dan dimasak jadi kari yang nyam-nyam.

 

aki02

Kambingnya besaaaaarrrr 😀

 

aki03

Duh, ibunya napsu cariin baju koko sampe keliling jakarta. Akhirnya nemu juga 😀
Acara inti akikah ini cukup mendebarkan dan menguji hati, hahahahha! Aku dan abang sama sekali nggak tau seperti apa prosesnya dan sudah bersiap-siap dengan berbagai kemungkinan. Acara dibuka dengan doa oleh para tengku-tengku. Setelah itu, Baby M dibaringkan dan di-peusijuk oleh tengku yang paling senior. Setelah di percik air, Baby M disuruh lihat cermin. Lalu dikasih lihat AlQuran. Lalu gongnya adalah…. Dikasi MAKAN! Ada nampan berisi buah-buahan, ayam panggang, juga ketan kuning yang tadinya aku kira sebagai pelengkap. Ternyataaaaa…. Jeruk diperasin dimulutnya. Anggur juga begitu. AYAMNYA JUGAAAA! Walau ayamnya nggak beneran dimakan, tapi bumbu-bumbunya masuk ke mulut. Apa kabar ASI eksklusif? Pengen pengsan di tempat, tapi yaaaaaa… ketawa-ketawa aja lagi 😀
Selama prosesi itu, semua doa-nya dalam bahasa Aceh yang aku nggak mengerti semua. Tapi ada kedengeran, “… biar pintar kayak Presiden Habibie!” Hahahah… benchmark-nya masih Habibie aja nih!

 

aki04

aki05a

Ini bukan ASIX deh, tapi ASI++ : plus pengen pengsan…. huhuhu…

 

Setelah peusijuk, Baby M dibawa ke halaman oleh sang tengku. Disitu sudah ditanam sebatang tebu dan pohon pisang kecil. Lalu, sambil menggendong Baby M di tangan kiri, sang tengku menghunus parang di tangan kanan dan menebas dua pohon itu, tiba-tiba… DUAAAARRRRR!!! Aku kaget asli! Ternyata itu mercon, sodara-sodara. Prosesi ini katanya supaya anak laki-laki gagah berani, nggak takut sama suara tembakan kalo ada perang.

Lalu, setelah itu ada membelah kelapa. Baby M digendong dan berteduh dibawah kain panjang. Sementara kelapa dibelah diatas kain, sehingga airnya mengucur ke kepala Baby M. Katanya biar nggak takut sama petir hujan. Setelahnya, beberapa tengku dan murid di dayah (pesantren) depan rumah bershalawat. Tadinya mau dicukur. Tapi ternyata tengkunya nggak ada yang berani, ahahahah. Jadi yah sampe sekarang, rambut Baby M masih ada.

 

aki06

Ciaaattttt….

 

aki07

Tengku menyanyikan sholawat. Suaranya bagus-baguuusss…
Alhamdulillah tamu yang datang banyak. Banyak banget malah! Sekampung pada datang, juga sodara-sodara dari Banda Aceh. Nenek dan Atok dari Medan juga datang. Bagusnya sepanjang acara Baby M nggak rewel. Pas mercon meledak, justru ibunya yang kaget-kaget. Anaknya anteng. Baby M hanya kaget waktu air kelapa menyentuh kepalanya. Selebihnya paling hanya rewel karena panas dan ngantuk. Walau sempat tidur di kamar yang ber-AC, tidurnya tetap tidak nyenyak karena para tamu pada mau lihat dan cium-cium, nggak peduli bayinya ngantuk, ahahahah! Ya gapapa lah, sehari ini.

 

aki09

Tamunya sekampuuunggg…

 

aki11

Kiri: Kari kambing. Kanan: Balacan kesukaanku. Terbuat dari parutan kelapa yang dikasi bumbu. Dibungkus daun pisang dan dibakar. Enaaaakkk!

 

aki10

Ada ikan kayu juga!

 

Secara keseluruhan, acaranya Alhamdulillah lancar. Semua senang dan mudah-mudahan berkah. Baby M juga dapet banyak hadiah, hahahaha! Oh iya, untungnya kali ini aku ingat dan berkeras untuk nyempetin buat foto keluarga, meskipun cuma seadanya di teras rumah. Mahapkan kalau tampang agak lecek. Fotonya udah menjelang selesai acara. Mending lecek daripada nggak sama sekali kan? 😀

 

aki13

Nyaksyik dan Nenek

 

aki14

Dengan Nenek dan Totok.

 

Jadi begitulaaah acara akikah Baby M di Aceh. Moral of the story: Bagi yang menikah sama orang Aceh, mendingan anaknya akikah setelah lewat ASI eksklusif aja kali ya? Ahahahaha!

 

aki15

One last pic, dii Depan Masjid Raya. Udah sah ke aceh nih Baby M 😀

3 Responses

  1. Utet May 26th, 2014 at 9:19 pm

    Selamat ya Malik sudah akikaaahhh :*
    Itu rangka gendongan kainnya beli dimanaaaaa? Lucuk >.<

  2. dindajou May 27th, 2014 at 3:17 pm

    makasi tanteeee.. itu rangkanya punya orang di kampung 😀 ga tau deh beli dimana >.<

  3. shindi May 28th, 2014 at 2:45 pm

    Waaah rempong yaa akikahnya.. semoga sehat-sehat ya abang M.
    btw itu rangka nya ada dijual di toko perlengkapan bayi, kalo di Medan tau, Jakarta ga tau dimana.

Any comment?