Abangku Menikah!

Saat menikah lima tahun lalu, bisa dibilang aku tidak berperan banyak untuk menyiapkannya. Namanya juga menikah hit-and-run yang super singkat (yak, dalam 10 hari saja!). Jadi, tidak punya kemewahan untuk menentukan jenis undangan, model kebaya, makanan catering, apalagi memilih fotografer.

Saat itu, semua keluarga bahu-membahu mengerjakan proyek ala bandung bondowoso itu. Jadi aku hanya tahu beres. Bahkan aku sempat “diancam”: pokoknya jangan minta macam-macam! Aku ya nurut, salah sendiri menikah dadakan!

Tapi, bulan Mei kemarin aku ‘akhirnya’ punya kesempatan untuk ngurusin pernikahan. Abangku satu-satunya, Bang Kanda, menikahi pacarnya, Denita. Yay! Jiwa ‘bridzilla’ yang terpendam akhirnya tersalurkan! Yang pasti, aku tidak berubah jadi monster-in-law bagi kakak iparku kok (eh, iya nggak ya? :P) Soalnya keluargaku, bahkan keluarga besar dari pihak mama dan papa juga senang banget si Bang Kanda akhirnya menikah. Jadi semuanya terkesan santai dan menyenangkan.

Sebelum aku tiba di Medan, si mama menyiapkan macam-macam dibantu oleh kakakku tersayang, Yuli. Tapi begitu aku datang, huuu… Yuli langsung deh kegirangan tugasnya jadi ringan. Dia jadi bebas dan bisa mengurus kepindahannya ke Jogja (mudah-mudahan nggak dijitak kalau dia baca ini!)

Pada awalnya tidak banyak yang dikerjakan. Aku ‘hanya’ didaulat untuk memotret. Tapi, saat diputuskan kami juga menggelar acara ‘ngunduh mantu’ yang sederhana di rumah, otomatis harus menyiapkan macam-macam juga.

Sebenarnya tugasku tidak terlalu banyak. Aku bertanggung jawab atas souvenir, segala macam hal yang berkaitan dengan foto, menemani Bang Kanda untuk belanja-belanja baju dan printilannya, dan bantu-bantu jadi liason keluarga pas hari-h. Termasuk menjadi ‘penasehat spiritual’ semua pihak, ya mama, papa, dan calon pengantennya :D.

Overall, acaranya santai dan menyenangkan. Tamunya banyak, walaupun temanku hanya satu yang datang :D. Tapi, yang paling membahagiakan adalah melihat Bang Kanda dan Denita, senyum terus. They look so happy together.

Mudah-mudahan rumah tangga mereka penuh kasih sayang, toleransi, dan berlimpah berkah. Aku tunggu ponakan secepatnya yaaaa! (Yang ini sih ngeles biar aku dan papin nggak ‘diminta’ terus, hahahah!)

PS: ini fotonya banyak banget deeehhh! 😀

Engagement session


 hayooo… ngapain? belum sah looooh!  


karena keukeuh pengen pake baju bola, jadinya motret ke stadion aja gitu!


ganti venue


i heart u

Akad Nikah


Awww… look at that happy faces! 


Yes. Aku motret akad nikah ini pakai kebaya lengkap dengan kain. Wedding fotografer mana coba yang bisa gini? 😀


Janji suami itu harus ditepati loh bang. 


Mama. Lega. 


Oh no… the bride went crazy!


My two sisters! Love em!

Resepsi 
Karena Denita orang Jawa, jadi pakai adat jawa. Aku nggak motret banyak, soalnya udah ada fotografernya.


Kanan: mau ndalang dimana mas? OVJ ya?  Kiri: Dengan si adek dan calon mantu satu lagi *uhuk!*


My lovely family! *Papin nggak ada karena belum cuti :(*

Ngunduh Mantu


Untuk acara ini pakai baju adat Mandailing. Duuh.. i remember wearing that headpiece back then. oh, the pain!


Ini siapa yang kawin sih? Trus, kenapa kumisnya gondrong begitu? Fans Foke ya?


Sore-sore santai dan berganti baju. Baju Denita itu desainku loooh 😀


May you have beautiful journey ahead. Amin. I love you both!

Any comment?